Kajati Jawa Barat, Setia Untung Ari Muladi

Kajati Jawa Barat, Setia Untung Ari Muladi

1,509 views
0
SHARE

Kabarone.com, Jawa Barat – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Arimuladi mengaku selalu tawakal dan berpasrah kepada Allah SWT dalam mengembang setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya selama bertugas di institusi Adhiyaksa.

Pria kelahiran Bandung, 1 Desember 1961 ini adalah anak bungsu dari 8 bersudara yang berasal dari keluarga TNI. Almarhum ayahnya, H Mohamad Imam Singgih merupakan pensiunan Letnan Kolonel TNI AD, dan ibunya Ismiarti. Karena berasal dari keluarga TNI, apa lagi dirinya satu-satunya anak lelaki, sehingga orang tuanya sempat menitipkan harapan untuk bisa jadi penerusnya. Namun, sang anak memilih jalan yang berbeda justru menjadi PNS yang berkarier sebagai jaksa.

Nama Setia Untung Arimuladi, diberikan orangtuanya dan neneknya, karena lahirnya anak paling akhir laki-laki. Karena sebelum lahirnya Untung, sang orang tua menginginkan memiliki anak laki-laki. Dalam menjalankan tugasnya, Suami dari Ny Detty Rahayu (51) dan ayah dari Elvira Ardiyanti dan Dinar Adhiyanti ini, selalu mengibarkan bendera bahwa jaksa adalah sahabat masyarakat, jaksa sahabat pelajar.

Untung juga dikenal jago masak. Peralatan dapur bukan hal aneh dan bukan hal tabu baginya. Sebab, menurut Untung, sejak dirinya kecil, sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarganya, dia sering diajak ibundanya ke pasar untuk berbelanja, dan sudah terbiasa menemani dan membantu ibunya meracik makanan di dapur untuk keluarga.

“Pokoknya, bikin sambal, dan kerupuk itu mesti ada di meja dalam hidangan makan. Rasanya kurang lengka tanpa sambal dan kerupuk serta lalapan,” ujar pria yang juga gemar menikmati masakan tongseng ini saat berbincang di Kabarone.com, di kantornya belum lama ini.

Dalam sejumlah kegiatan di Kejaksaan, Untung tidak akan melewatkan kesempatan untuk olah vocal alias tarik suara melantunkan beberapa buah lagu. Musik, bagi Untung adalah syair kehidupan. Untung pun dikenal jago bernyanyi lagu-lagu favorit.

Berbicara Korps Adhiyaksa, segudang prestasi pernah ditorehkan pria yang gemar memelihara kumis lebatnya itu. Dia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel), yang menangani sejumlah perkara terkait penyeludupan dan kejahatan yang dilakukan orang asing. Tak heran, Pria Kelahiran Bandung ini meraih penghargaan Setya Lencana Karya Satya dua kali yakni dari Presiden BJ Habibie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam menjalankan tugasnya, Untung selalu memanggil sejumlah Kejari dan jajarannya untuk diberikan pemahaman soal keterbukaan informasi. Baginya, jaksa tidak boleh pelit membagi informasi khususnya kepada media untuk bisa tersampaikan secara luas kepada publik.

“Saya hanya manusia biasa. Apa yang diamanahkan kepada saya, akan saya laksanakan dengan seluruh kemampuan saya. Setiap saya mengemban tugas, mulai dari penugasan dari tingkat terbawah hingga saat ini, saya selalu berupaya tawakal, mawas diri dan pegang teguh amanah itu,” ujar Untung .

“Mengabdi bagi saya bukanlah untuk mengejar-ngejar jabatan. Apapun jabatan yang ditugaskan, itu adalah amanah. Dan amanah ini harus diemban dengan sebaik-baiknya. Kini, saya pun diamanahkan dan mengabdi ke Jawa Barat,” tutur dia

Bagi Untung, Jawa Barat yang dikenal sebagai kota kembang bukanlah daerah yang asing. Sebab, selain dilahirkan dan dibesarkan di Bandung, Untung juga merasa memiliki tanggung jawab penugasan dirinya sebagai Kajati Bandung Jawa Barat.

“Tantangannya tidak mudah. Namun saya berserah kepada Yang Maha Kuasa saja. Mohon doa dan dukungan teman-teman sekalian, supaya saya tetap kuat menjalankan amanah ini,” ujar Untung.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung ini memang dikenal ramah, namun tidak akan mau dipengaruhi iming-iming. Sewaktu masih menjadi orang nomor satu di Kapuspenkum, ruangan kerjanya tak pernah sepi dari diskusi media dan juga obrolan-obrolan penegakan hukum.

“Ya, namanya tugas dan tanggungjawab, itu amanah, berpisah bukan berarti tidak bisa bertemu. Yang penting, tetap saling berkomunikasi, saling mendoakan, dan saling mengingatkan,” ujar Untung.

Hampir semua staf dan karyawan di tempat dia ditugaskan, akan bersusah hati dan berat langkah bila harus berpindah tugas dari Pak Untung. Keakraban sebagai sebuah keluarga, berupaya dikembangan Untung kepada para bawahannya.

Sebelum dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bandung Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung. Wajah gedung serta kantor Kejaksaan Agung berubah lebih asri dan tertata apik oleh tangan Setia Untung Arimuladi.(Sena).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY