Museum Keraton Kasepuhan Cirebon Mengenalkan Budaya Lestarikan Kearifan Lokal

Museum Keraton Kasepuhan Cirebon Mengenalkan Budaya Lestarikan Kearifan Lokal

268 views
0
SHARE

Kabarone.com, Cirebon – Keraton Kasepuhan Cirebon berupaya melestarikan kearifan lokal dengan mengenal warisan budaya kepada wisatawan yang berkunjung ke tempat bersejarah tersebut dapat melihat-lihat peninggalan waliyullah di museum pusaka modern.
“Insyaallah, pada Sabtu (10/6/2017) akan diresmikan Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon yang baru. Bangunannya akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.000 m2 dan lokasinya terletak di sebelah Museum Kereta Singa Barong yang lama,” kata Sultan Sepuh Kasepuhan Cirebon XIV, PRA Arief Natadiningrat, Jum’at Kliwon (9-6/2017) pada awal media.
Pihak keraton menyediakan sarana air bersih siap minum, kini fasilitas yang ada akan ditambah sarana yang dapat memanjakan wisatawan, katanya.
Juga guna menambah kenyamanan pengunjung saat menikmati berbagai benda pusaka milik Keraton Kasepuhan, lanjut Sultan Arief, keraton melengkapinya dengan fasilitas berteknologi modern, yakni 14 kamera CCTV, enam pendingin ruangan berkapasitas 5 pk, audio visual, ruang kafetaria, ruang cinderamata, 55 lemari dengan lighting dan satu ruang khusus dengan pintu besi dan atap jaring besi dengan lemari kaca menggunakan password.
“Keberadaan museum ini bertujuan untuk menata kembali benda-benda pusaka era akhir Kerajaan Pajajaran, era Sunan Gunung Jati, era Fatahilah mengusir portugis di Sunda Kelapa, peninggalan putri ong tin nio dari Tiongkok, era Panembahan Ratu Cirebon, era Sultan-sultan Kasepuhan Cirebon dan lain sebagainya,” jelas Sultan Arief.
Selain itu keberadaan museum untuk mengenalkan sejarah bagian mencerdaskan anak bangsa sebagai bangsa yang berbudaya dan bangsa yang besar mengenal sejarah, ungkapnya.
Menurutnya, Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon ini adalah museum pertama keraton yang modern di Indonesia. Museum ini sengaja dibuat senyaman mungkin agar wisatawan khususnya generasi muda, seperti pelajar dan mahasiswa mau datang ke museum, karena nyaman dan sejuk seperti di mall.
“Diharapkan adanya musim dapat merubah pola pikir generasi muda yang kebanyakan sebagian generasi muda kita lebih senang datang ke mall dari pada ke tempat bersejarah. Maka dari itu, kami berupaya menjadikan museum baru ini senyaman mungkin bisa menjadi menambah pengetahuan dan penelitian,” paparnya.
Museum ini buat sangat nyaman agar wisatawan khususnya generasi muda para pelajar mau datang ke museum karena nyaman sejuk seperti mall, tandasnya.
Adapun soal fasilitas ruang khusus peninggalan pusaka-pusaka era Sunan Gunung Jati, Sultan Arief mengemukakan, jika ruang khusus itu dibuka hanya seminggu sekali, yakni setiap hari Jumat.
“Adapun museum ini dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Museum ini dipersembahkan saya untuk bangsa dan negara. Harus disadari, kita ada karena leluhur kita ada, jadi saya dalam kesempatan ini sekaligus mengajak kepada seluruh generasi muda untuk bersama-sama merawat peninggalan pusakanya dan teladani gemilang sejarahnya,” pinta Sultan Arief.
Setelah diresmikan Museum Pusaka Keraton ini dapat menambah wacana, ilmu pengetahuan, penelitian dan bagian turut serta melestarikan kebudayaan kearifan lokal. “Museum ini dipersembahkan untuk bangsa dan negara. Kita ada karena leluhur kita ada. Rawatlah peninggalan pusakanya tauladani gemilang sejarahnya, pungkasnya ***Mulbae

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY