Pengedar Sabu Kemasan Permen di Kawasan Wisata Kopeng Ditangkap

Pengedar Sabu Kemasan Permen di Kawasan Wisata Kopeng Ditangkap

38 views
0
SHARE

SEMARANG. Kabarone.com- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah kembali berhasil menangkap pengedar sabu yang beraksi di tempat wisata Kopeng Kabupaten Semarang dengan modus dibungkus kemasan permen. Dari penangkapan itu petugas BNN menyita barang bukti seberat 1,1 kilogram sabu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan pengedar bernama Eko Rianto (28) itu ditangkap di agro wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada Jumat (2/2/2018) lalu.

“Akhir Januari 2018, bidang pemberantasan BNNP Jateng menerima informasi di kawasan wisata Kopeng sering dijadikan lokasi transaksi narkotika skala besar. Tim melakukan penyelidikan selama sepekan di sekitar Kopeng,” kata Tri Agus saat gelar konferensi pers dikantornya,Selasa(6/2/18)

Tri Agus menjelaskan, untuk menangkap Eko, tim sempat sulit mendeteksi karena ia tinggal di kamar kos yang lokasinya di sebuah rumah yang berada di antara kebun di Taman Wisata Kopeng, dukuh Sleker, Kelurahan Kopeng.
Tersangka yang merupakan warga Boyolali itu dilakukan di rumah kosnya yang tersembunyi.

Dari tangan tersangka disita satu bungkus sabu kemasan teh cina seberat satu kilogram, 19 paket sabu dalam bungkus permen blaster masing-masing seberat satu gram, tiga paket sabu lima gram, 54 paket sabu satu gram dan, sembilan paket 0,5 gram.

Narkotika jenis sabu itu diedarkan tersangka Eko di wilayah Kreo, Tingkir, Tengaran, Getasan dan Bawen . “Jadi di desa-desa saja kini sudah disasar peredaran narkoba,” ungkap Tri Agus Heru .

Disebutkan , tersangka sebenarnya mendapat paket total sebanyak 4 kilogram. Hanya saja sebanyak 2,9 kilogram sudah diedarkan.

Tersangka Eko dikendalikan oleh orang yang mengaku namanya Jiun, berada di lapas Grasia di Yogyakarta, tapi mengambil barangnya di Semarang, jadi seperti biasa peredaran narkoba antara penyruh dan pengedar tidak saling kenal, barang ditaruh di alamat tertentu,” tandasnya.

Eko mengaku mendapat imbalan rp 10 juta untuk setiap satu kilogramnya . Pihak BNNP Jateng masih akan mengembangkan kasus penangkapan tersangka Eko ini. (

Amr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY