Polrestabes Semarang Ringkus Pelaku Penipuan CPNS Bermodalkan Surat Sakti

Polrestabes Semarang Ringkus Pelaku Penipuan CPNS Bermodalkan Surat Sakti

173 views
0
SHARE

Kabarone.com, SEMARANG – Polrestabes Semarang berhasil meringkus tiga tersangka pelaku kasus penipuan dengan modus jaminan lolos seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Para tersangka yang kini ditahan oleh petugas Polrestabes Semarang adalah Maria Sri Endang (59), Windu Prabowo (28), dan Herry Sucipto (59).

Maria merupakan warga Tembalang dan Windu tinggal di wilayah Semarang Tengah.
Sedangkan Herri berasal dari Sukabumi, Jawa Barat tinggal di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Mereka telah melakukan aksi penipuan itu sejak tahun 2012 silam di sekililing Jawa Tengah ,Surabaya, Bandung, Medan, Lampung, dan Bengkulu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menjelaskan bahwa sudah ada 14 korban yang telah melapor kepada pihaknya.
Meski begitu, ia meyakini bahwa korban dari aksi penipuan Maria CS bisa mencapai ratusan korban.

“Sudah beroperasi sejak tahun 2012. Korbannya sudah ratusan, hanya saja yang melapor baru 14 orang,” kata Kombes Pol Abioso kepada awak media di Kantor Polrestabes Semarang, Kamis (29/3).

Abioso mengungkapkan, dari ke 14 pelapor tersebut mengalami kerugian mencapai Rp 4.9 miliar lebih.
Kebanyakan korban tergiur tawaran lolos tes CPNS karena Maria CS memiliki semacam surat keterangan resmi berlabel dari Kementerian tertentu.

Bahkan tak hanya suratnya saja, melainkan terdapat juga amplop beserta stempel resmi yang membuat orang semakin terperdaya oleh modusnya.

“Jadi, setelah para korban memberikan nominal uang tertentu. Para tersangka akan memberikan surat edaran resmi kepada korban. Surat tersebut berisikan keterangan untuk menunggu panggilan selanjutnya,” imbuh Abi sapaan akrab Kapolrestabes Semarang.

Sementara tersangka Maria ternyata masih banyak memiliki bawahan untuk menyukseskan aksi penipuannya.
Ia mematok tarif untuk lulusan SMA sebesar Rp 150 juta untuk bisa lolos tes CPNS.
Sedangkan untuk lulusan sarjana, Maria meminta uang sebesar Rp 200 Juta hingga Rp 250 juta.

“Kadang saya minta lebih. Saya dapatkan stempel, surat, dan amplop resmi itu dari rekan saya yang bekerja di kementerian. Dia namanya, Simanjutak,” kata Maria.

Sedangkan anak Maria bernama Wisuda Sunyoto alias Wiwis kini menjadi buronan Polrestabes Semarang.
Wiwis juga menjadi salah satu otak di balik aksi penipuan ini.
Atas kasus ini,

” Atas perbuatannya para tersangka akan di jerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara empat tahun,” tutup Abi ( amr )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY