Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik, Panwas Ngimbang Marah dan Lecehkan Wartawan

Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik, Panwas Ngimbang Marah dan Lecehkan Wartawan

715 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Oknum Ketua Panwas Ngimbang marah-marah. Pasalnya pejabat terhomat ini keberatan setelah wartawan melakukan konfirmasi ke Kantor Panwas Ngimbang Jumat (12/4) terkait dugaan salah satu anggota Panwascam yang mangkir dari tugas dengan bekerja di luar Jawa. Ariyanto selaku Ketua panwascam telah mengeluarkan kalimat bernada ancaman. Hal tersebut dirasakan sangat aneh, padahal materi konfirmasi wartawan tidak ada kaitannya dengan persoalan pribadi Ariyanto.tapi lebih pada persoalan publik yang berkaitan dengan jabatan sebagai ketua Panwascam.

Berawal ketika Tim kabarone.com sekitar pukul 10.30 WIB datang ke Kantor Kecamatan Ngimbang terkait kabar dugaan anggota panwascam bernama Awang Pramudyono ada dugaan mangkir dari tugas.Selain itu juga hendak menemui Camat namun diarahkan ke sekcam. untuk melakukan konfirmasi terkait kasus tersebut diatas.Sebab dugaan itu tengah menjadi perbincangan masyarakat. Informasinya, saudara Awang P. jarang ikut rapat pleno dan jarang masuk kantor.

Secara tak sengaja di ruang Panwascam Ariyanto Oknum Panwas ini langsung marah-marah menyatakan keberatan terhadap wartawan yang mengkonfirmasi kantor Panwascam. Bahkan oknum ini melontarkan kalimat melecehkan dengan sebutan “sekarang mau apa? Tentu saja wartawan kabarone.com tidak mengetahui alasan mengapa oknum itu menjustifikasinya sambil menatap tajam . Terlebih lagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Bahwan bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi tugas peliputannya maka si pelaku tersebut dapat dikenakan hukuman selama 2 (dua) tahun penjara, dan dikenakan denda paling banyak 500 juta Rupiah.”

Disesalkan oleh camat kecamatan Ngimbang Rozikin.

Hal senada dikatakan Camat Ngimbang Rozikin saat ditemui di kantornya. Ia menyesalkan sikap oknum Ketua Panwas tersebut. “Harusnya wartawan dirangkul dan dijadikan mitra, bukan dimusuhi apalagi dilecehkan, bener selama ini saya tidak tahu dan pihak Panwas tidak melaporkan ke kami,” ujar Rozikin Camat Ngimbang seraya berharap agar persoalan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan. (Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY