Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Gelar Acara Pekan Seni Pelajar, Bentuk Karakteristik Jiwa...

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Gelar Acara Pekan Seni Pelajar, Bentuk Karakteristik Jiwa Generasi Muda

75 views
0
SHARE

Kabarone.com, Lamongan – Pekan Seni Pelajar (PSP) Lamongan Tahun 2018 di buka, acara berlangsung dan bertempat di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Secara resmi acara dibuka oleh Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati, Kamis (5/4). PSP tahun ini digelar selama dua hari di empat lokasi.

Disampaikan oleh Kepala Disparbud Chairil Anwar, “PSP tahun ini digelar pada tanggal 5 dan 6 April 2018 di Disparbud, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan Daerah dan Tribun Alun-Alun Lamongan.

Dia mengungkapkan, pada hari pertama akan dilaksankan lomba bagi peserta SD/MI dan pada hari kedua untuk SMP/MTs. PSP ini diikuti pelajar perwakilan dari 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Sementara bidang seni yang dilombakan diantaranya seni tari, seni lukis, seni poster, baca puisi dan musikalisasi puisi, seni musik, seni patung, seni samroh, serta paduan suara.

Chairil Anwar mengungkapkan, bahwa event Pekan Seni Pelajar kali ini dimaksudkan untuk menggali potensi pelajar Lamongan di bidang kesenian.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membekali dan menumbuhkembangkan kecintaan pelajar terhadap kesenian serta mempersiapkan bibit seniman guna dibawa pada ajang Pekan Seni Pelajar Propinsi Jawa Timur pada tahun 2019 mendatang, “ ungkap Chairil Anwar.

Kemudian untuk juri, panitia bekerjasama dengan dalam Dewan Kesenian Propinsi Jawa Timur, Dewan Kesenian Lamongan, serta Paguyuban Seni dan Pembina Kesenian Sekolah.

Wakil Bupati Kartika Hidayati dalam sambutannya, “memberikan motivasi pada penyelenggara agar secara rutin melaksanakan PSP. Karena menurut dia jiwa seni juga bisa menjadi media pembentukan karakteristik jiwa generasi muda.

“Negara ini tidak hanya dibangun oleh teknologi dan sains yang tinggi, tetapi juga jiwa seni yang tinggi. Jika tidak disertai dengan jiwa seni maka akan menjadi negara yang kaku dan keras. Sehingga pemimpin dan pengajar juga harus memiliki jiwa seni. Oleh karena itu kegiatan semacam ini patut diapresiasi guna menumbuhkembangkan jiwa seni pada generasi muda sebagai penerus bangsa,” pinta Kartika Hidayati.(pull/ian/pur).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY