Fadli Zon Tindak Lanjuti Persoalan Patroli Brimob di Kantor Gerindra Jateng

Fadli Zon Tindak Lanjuti Persoalan Patroli Brimob di Kantor Gerindra Jateng

73 views
0
SHARE

Kabarone.com, SEMARANG – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di Kantor DPC Gerindra jalan Durian Semarang Minggu (6/5) pukul 20.05 WIB.

Selain menjalankan tupoksinya sebagai Wakil DPR RI di bidang Polhukam, kedatangan Fadli usai menghadiri acara kampanye di Kudus ke Semarang juga sebagai tindak lanjut atas laporan Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wachid terkait Patroli Brimob di Kantor Gerindra Jateng beberapa waktu lalu.

” Patroli oleh petugas kepolisian di DPD dan DPC Gerindra ini diduga ilegal dan intimidatif, ” ujar Fadli Zon

Ia menuturkan kedatangan petugas kepolisian di Kantor Gerindra tanpa permisi dengan jumlah anggota yang cukup banyak , bersenjata laras panjang membuat suasana tidak nyaman.

” Dalam menjalankan tugas SOP harus jelas dan berdasarkan tupoksi,apalagi ini dialami oleh Gerindra yang nota bene berada diluar pemerintahan.jelas ini DPP tidak terima.,” tegas dia.

Atas kejadian tersebut Fadli Zon yang malam itu didampingi Musisi Ahmad Dhani,Ketua dan Sekretaris DPW Gerindra Jateng serta Ketua DPC Gerindra Kota Semarang meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan evaluasi, bersikap netral tidak berpihak, bekerja sesuai aturan hukum dan jangan dijadikan alat kekuasaan jangka pendek sehingga bisa meraih simpati masyarakat luas.

” Dari DPP Gerindra akan mengirim tim Advokasi untuk mendalami serta mengusut peristiwa ini, siapa oknum di balik ini, kita laporkan ke Propam dan siapa pula yang mengintruksikan patroli seperti ini,” bebernya.

Pihaknya juga akan menjadikan permasalahan bentuk patroli yang berbekal senjata laras panjang sebagai agenda pembahasan di komisi III DPR RI.

Di sisi lain menyikapi beredarnya pemakaian kaos dengan hastag #2019 Ganti Presiden, Partai Gerindra menilai sah sah saja dan tidak ada larangan.

” Memakai kaos 2019 ganti presiden itu khan salah satu bentuk kebebasan berekspresi yg telah di atur sesuai UUD 1945, Nggak masalah juga tidak melanggar hukum,” ucap Fadli Zon mengakhiri. (Amr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY