Hidup Sebatangkara, Nenek Alami Kelumpuhan Mengindap Diabetes Perlu Kepedulian Pemerintah

Hidup Sebatangkara, Nenek Alami Kelumpuhan Mengindap Diabetes Perlu Kepedulian Pemerintah

36 views
0
SHARE

Kabarone.com, LAMONGAN – Sejak mengalami kelumpuhan selama sepuluh tahun terakhir dengan mengindap penyakit diabetes, Kasmilah (60), seorang nenek yang hidupnya sebatangkara yang beralamat di RT 001/ RW 001 desa Patihan, hanya menghabiskan sisa hidupnya di dalam gubuk reotnya tepatnya Desa Patihan, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Minggu (20/5).

Dia, jangankan untuk bekerja menghidupi diri sendiri, untuk mandi dan buang air besar pun, Kasmilah harus menunggu bantuan dari para tetangga dekat yang peduli kepada nenek tersebut.

Di dalam gubuk reotnya, nenek Kasmilah hidup sendiri setelah ditinggal mati oleh suami sebelumnya. “Sakitnya diabetes dan mengalami kelumpuhan sejak sepuluh tahun lalu. Semua tetangga yang bersimpati membantu saya untuk bisa meneruskan hidup, mulai dari makan dan mengurus pakaian dan kebutuhan apapun,” ujar Kasmilah.

Berkali-kali Kasmilah mencoba mengobati sakitnya ke dokter atau bahkan juga pengobatan alternatif, namun kondisinya tak kunjung membaik, Bahkan kini ia menjadi lumpuh total.

Nenek Kasmilah hidup seoarang diri dan sebatangkara tanpa keluarga dan tanpa sanak saudara. Untuk kebutuhan makan dan minum sehari-harinya nenek tersebut menggantungkan dari pemberian tetangga. Akhirnya, tak jarang, para tetangga bergantian membawa makanan atau minuman untuk nenek Kasmilah.

Memang benar pihak Pemerintah Desa sudah memfasilitasi untuk diberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan jatah Rastra, yang dulu disebut bantuan beras Raskin (Bantuan beras bagi warga miskin). Tetapi karena kondisi fisik yang lemah terpaksa hanya bisa terbaring.

Sementara kebutuhan makan dan minum nenek Kasmilah jalan terus.

Kini, alasannya siapa yang mengurus selanjutnya ? Hal ini menjadi satu-satunya kendala bagi nenek Kasmilah untuk mencari kesembuhan dalam melangsungkan hidupnya.

Salah seorang tetangganya sebut saja Akhmad, yang juga prihatin atas nasib janda yang ditinggal mati suaminya tersebut dalam keadaan lumpuh dan tak berdaya ini. Berharap ada upaya serius dari pihak Pemerintah Kabupaten Lamongan agar benar-benar bisa memfasilitasi dan sekaligus bisa membantu dan juga untuk kesembuhan nenek Kasmilah tersebut.

“Hal ini perlu adanya kepedulian oleh semua pihak, “Kasihan, janda miskin ini hidup sendiri dan sebatangkara dalam keadaan lumpuh. Jangankan bekerja makan saja harus membutuhkan pertolongan tetangga dan orang lain,”pungkasnya (*).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY