Pemkot Semarang Distribusikan 75 Tangki Air Gratis Perhari

Pemkot Semarang Distribusikan 75 Tangki Air Gratis Perhari

36 views
0
SHARE

Kabarone.com, SEMARANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang terus berupaya menormalisasi pasokan air yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu.

Proses normalisasi pasokan air itu, membutuhkan waktu sekitar dua hari sampai distribusi air kembali lancar.

Untuk itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi tak tinggal diam, Ia meminta PDAM Tirta Moedal untuk mendistribusikan air melalui tangki secara masif.

Tak kurang dari 75 tangki air terdistribusi setiap hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Semarang di wilayah timur, daerah yang terdampak menurunnya debit air di IPA Kudu.

Tercatat ada 50.274 masyarakat pelanggan PDAM Tirta Moedal di wilayah timur Kota Semarang terdampak gangguan aliran air dari IPA Kudu.

Gangguan aliran air tersebut merupakan dampak dari adanya penurunan debit pasokan air baku ke IPA Kudu, Genuk, yang diambilkan dari Bendung Kletak, Klambu, Kabupaten Grobogan.

Penurunan debit pasokan air itu sendiri terjadi dikarenakan masuknya musim kemarau, serta adanya pembangunan rehabilitasi saluran di Bendung Klambu.

Hal tersebut diutarakan, Walikota Semarang di sela-sela kegiatannya menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Jateng, Rabu (9/5).

Dirinya menuturkan, total ada hampir 400 ribu liter air yang terdistribusi kepada warga terdampak gangguan aliran IPA Kudu.

“Kita sosialisasikan, untuk warga terdampak gangguan aliran PDAM Tirta Moedal yang dari IPA Kudu, bisa menghubungi nomor (024)76920999 untuk mendapatkan layanan air tangki,” jelas Walikota

“Gratis! Ini gratis, tidak ada biaya tambahan, terkhusus untuk masyarakat di wilayah timur yang terdampak, jika ada yang berani minta bayar laporkan ke saya” tegasnya.

Ia menjelaskan jika 1 unit tangki dimaksimalkan untuk membawa sekitar 5.000 liter air ke rumah-rumah warga.

“Hari ini saya cek, pengiriman tangki air berjalan lancar dan ini merupakan bentuk penanganan darurat yang dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal, tentu saja disamping mengupayakan agar pasokan air di IPA Kudu dapat segera normal,” pungkasnya.

Terkait normalisasi distribusi air dari IPA Kudu sendiri, Hendi meyakinkan jika sudah ada beberapa upaya yang mulai dilakukan PDAM Tirta Moedal.

“Laporan yang masuk ke saya, PDAM Tirta Moedal sudah mengupayakan penambahan air baku dari Sungai Dombo di Sayung, Sungai Serang di Gubug, dan beberapa sungai lainnya. Bila itu belum mencukupi maka akan diambilkan air dari IPA Kaligarang,” terang Hendi, sapaan akrab Wali Kota.

“Namun tentu saja butuh waktu untuk memasang pompa air untuk mengambil pasokan air dan lainnya, harapan saya tentu saja bisa lebih cepat normal dari estimasi awal,” tutupnya. (Amr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY