Diseminasi dana Desa, “Padat karya tunai untuk masyarakat Desa yang lebih Sejahtera”

Diseminasi dana Desa, “Padat karya tunai untuk masyarakat Desa yang lebih Sejahtera”

152 views
0
SHARE

Kabarone.com, Lamongan – Wakapolres Lamongan bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan hadir dalam Pembukaan Diseminasi dana Desa dengan Tema “Padat karya tunai untuk masyarakat Desa yang lebih Sejahtera” di Pendopo Lokatantra, Rabu (30/5).

Turut hadir Wakil Ketua Bagan Anggaran DPR RI H. JAZILUL FAWAID, SQ, MA, Direktur Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Kemenkeu LISBON SIARAIT, Bupati Lamongan H. FADELI , SH, MH, Wakil Bupati Lamongan Dra. Hj. KARTIKA HIDAYATI, MM. MHP, Kepala Kejari Lamongan DIAH YULIASTUTI, SH.,MH, Ketua Pengadilan Negeri Lamongan Hj. NOVA FLORI BUNDA, SH, MH, Ketua PA Lamongan Dr. Hj HARIJAH DAMIS, MH, Wakapolres Lamongan KOMPOL IMARA UTAMA, S.H. S.I.K, M.H, Sekda Kab. Lamongan Dr. H. YUROHNUR EFENDI, SE,. M.BA, Kepala KPPN Bojonegoro AHMAD DJUNAEDI, Pasiter Kodim 0812/ Lamongan Lettu Inf SOBAR, Camat se- Kab. Lamongan, Kepala Desa se Kab. Lamongan dan Undangan -/+ 400 Orang.

Wakil Ketua Bagan Anggaran DPR RI H. JAZILUL FAWAID, SQ MA Anggota DPR RI dalam paparannya menyampaikan UU APBN dibuat Pemerintah, DPR hanya persetujuan saja sifatnya. APBN itu dibagi dua yaitu Pusat dan Daerah. Tahun ini banyak dibuat Pemerintah terkait asumsi pendapatan Negara. Alokasi dana Desa saat ini menurun, kami akan mengklarifikasi dalam kegiatan ke depan.

Besaran Dana Desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat di Kabupaten Lamongan pada tahun 2018 ini turun dari anggaran tahun sebelumnya Hal tersebut diungkapkan Bupati Fadeli dalam acara Diseminasi Dana Desa ini.

Arti Diseminasi (Bahasa Inggris: Dissemination) adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut.

Diungkapkan oleh bupati Fadeli, pada tahun 2018 Dana Desa yang didapat dari pemerintah pusat sebesar Rp 321.349.755.000. Jumlah tersebut turun dari tahun 2017 yang sejumlah Rp 363.423.524.000.
Ditambahkan olehnya, penurunannya yang cukup signifikan tersebut dikarenakan penambahan variabel afirmasi dalam formula perhitungan. “Selama ini kucuran Dana Desa tersebut ikut berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan, ” ungkap Bupati Fadeli.

Penurunan tersebut mendapat konfirmasi dari Direktur Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Kementrian Keuangan Lisbon Sirait.

Dalam paparannya, Lisbon Sirait menjelaskan sejumlah perubahan kebijakan Dana Desa Tahun 2018.
Lisbon Sirait menjelaskan pada tahun 2018 ini terdapat empat perubahan kebijakan Dana Desa. Yakni memperbaiki alokasi Dana Desa dengan memberikan afirmasi kepada desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi, dan meningkatkan pemanfaatan Dana Desa agar lebih fokus pada maksimal 5 kegiatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas desa.
Kemudian memperbaiki metode pemanfaatan Dana Desa dengan menggunakan skema padat karya tunia, serta meningkatkan distribusi dengan mengubah penyaluran dari 2 tahap menjadi 3 tahap.

Sebelumnya, perhitungan Dana Desa 90 persen dibagi rata dan sisanya 10 persen menggunakan formula berdasarkan jumlah penduduk, dan luas wilayah. Sementara mulai tahun ini, 77 persen Dana Desa dibagi rata, 20 persen dihitung menggunakan formula dan sisnya 3 persen khusus untuk daerah tertinggal.

“Dana Desa yang dikucurkan dari tahun 2015 sampai dengan 2017 telah berkontribusi membangun 109,3 ribu km jalan desa, 852.2 km jembatan, 303.473 unit sambungan air bersih dan lain sebagainya, ” klaim Lisbon Sirait.

Sementara Dana Desa yang digabung dengan Alokasi Dana Desa, Program Keluarga Harapan dan Program Beras Sejahtera telah menurunkan Rasio Gini Pedesaan dari 0,34 di tahun 2014 menjadi 0,32 di tahun 2017. Juga sukses menurunkan jumlah penduduk miskin pedesaan dari 17,37 juta jiwa di tahun 2014 menjadi 16,31 juta jiwa di tahun 2017 . Selain itu prosentase penduduk miskin turun dari 14,2 persen di tahun 2014 menjadi 13,5 persen di tahun 2017. Diseminasi Dana Desa tersebut dilaksanakan Kementrian Keuangan RI dengan mendatangkan narasumber yang berasal dari Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Tujuannya, agar pengalokasikan Dana Desa diikuti dengan pengelolaan yang baik di tahap perencanaan, penggunaan serta penatausahaan.

Dalam kesempatan ini Bupati Lamongan H. FADELI , SH, MH juga menyampaikan Perekonomian Kab. Lamongan terbesar di sektor Pertanian dan perikanan. Dana Desa dari tahun 2015 terus naik, tapi untuk tahun 2018 menjadi turun, padahal tingkat kemiskinan kita sangat tinggi. Kami berusaha menurunkan angka kemiskinin satu digit saja sulit, namun saya di akhir jabatan ini selalu optimis berusaha. Dengan adanya Dana Desa turun, secara otomatis pendapatan Kepala Desa juga turun. Ditingkat Desa sudah terbentuk BUMDes, yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan Desa itu sendiri. Selamat menjalankan Ibadah Puasa, hidupkan kembali Siskampling, antisipasi tamu – tamu asing dan jaga Kamtinmas masing-masing wilayah. ( Fer )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY