Jaksa Agung Meminta KBRI Memperhatikan Secara Serius Pekerja Migrant dan WNI

Jaksa Agung Meminta KBRI Memperhatikan Secara Serius Pekerja Migrant dan WNI

63 views
0
SHARE

Kabarone.com, Jakarta – Jaksa Agung meminta Kepada Duta Besar, agar upaya pelayanan dan perlindungan khususnya terhadap pekerja migran dapat lebih ditingkatkan untuk memastikan agar upah yang mereka terima sesuai standar dan hak dasarnya terpenuhi. Hal ini disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Republik Indonesia M Rum kepada Kabarone, Kamis (26/7).

M Rum menerangkan, Salah satu cara yang ditekankan Jaksa Agung adalah agar kontrak kerja antara pekerja dengan majikan yang dilakukan di KBRI dapat melibatkan agen/penyalur sehingga dapat ikut bertanggungjawab ketika pekerja migrant dirundung masalah.

Jaksa Agung juga meminta KBRI untuk memperhatikan secara serius pekerja migrant dan WNI yang tersangkut masalah hukum serta dicari tahu akar persoalannya sehingga dapat segera ditangani dan solusi terbaiknya untuk mereka.

Sebagai wujud akan hadirnya negara dalam perlindungan terhadap buruh migran dan WNI di Singapura, Jaksa Agung RI menyempatkan untuk meninjau pelayanan konsuler di KBRI Singapura, pada hari Rabu, 26 Juli 2018.
Kata nya.

Oleh karenanya, kehadiran Atase Kejaksaan yang sebentar lagi akan ditugaskan di KBRI Singapura diharapkan tidak saja dapat membantu menyelesaikan persoalan hukum yang dialami para pekerja migrant, tetapi juga dapat memberikan konseling dan pemahaman sehingga mereka mengetahui aturan hukum dengan benar serta hak-hak dan kewajiban hukumnya.
Setelah berdialog langsung dengan para pekerja migrant, para pelaut dan masyrakat Indonesia, kemudian Jaksa Agung berdialog dengan Duta Besar Singapura di Ruang Nusantara KBRI Singapura, yang juga turut dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Noor Rochmad, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Raja Nafrizal, SH, MH, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Darmawel Aswar, Asisten Khusus Jaksa Agung Dr Asep N Mulyana, serta beberapa staf KBRI Singapura.

Dalam dialog yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, Jaksa Agung antara lain menyampaikan tentang kebijakan penegakan hukum dan perkembangan hukum terkini di tanah air, serta berbagai capaian dan keberhasilan pemerintahan Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kompetitif dan sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Untuk itu, Jaksa Agung mengharapkan Duta besar beserta segenap jajarannya untuk senantiasa mempromosikan Indonesia serta mengundang para investor untuk menanamkan modalnya di tanah air.

Sementara itu Dubes RI di Singapura menyampaikan beberapa persoalan hukum, antara lain terkait kedudukan Singapura sebagai tempat transit yang tidak dapat mendeteksi barang-barang penumpang yang akan ke Indonesia melalui Bandara Cangi. Begitu pula halnya dengan indikasi adanya beberapa pertemuan internasional yang cenderung mendeskreditkan Indonesia, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi.

Duta Besar memuji langkah dan pendekatan yang dilakukan Jaksa Agung RI terhadap Attorney General Chambers Singapura, sehingga akan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan hukum yang terjadi di antara kedua negara.

Dalam kesempatannya melihat proses pembuatan visa/passport, Buku Laut/Seaman, dan Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS), Jaksa Agung langsung berdialog dengan pekerja migran, para pelaut dan masyarakat, yang kesemuanya merasa puas dengan pelayanan karena adanya aplikasi berbasis IT yang memungkinkan informasi dan pelayanan dapat dilakukan secara komprehensif dan cepat. Ungkap M Rum .(sena)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY