Jaga Tradisi Sebagai Ajang Silaturrahim, Masyarakat Wudi Gelar Pawai Budaya

Jaga Tradisi Sebagai Ajang Silaturrahim, Masyarakat Wudi Gelar Pawai Budaya

133 views
0
SHARE

Kabarone.com, Lamongan – Arak-arakan sebagai aplikasi Pawai budaya merupakan salah satu upaya untuk menjaga tradisi yang kita miliki agar tidak punah dengan perkembangan zaman saat ini yang semakin global. Selain itu pawai budaya juga sebagai ajang silaturrahmi antar warga masyarakat.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Wudi Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan, Zainul Mukhid saat pawai budaya yang dikemas pada sebuah Karnaval pawai budaya dalam karnaval tersebut diikuti oleh warga dari dua dusun di Desa Wudi, diantaranya dari warga Dusun Sawahan dan Dusun Wudi. Hal ini dalam rangka rangkaian untuk memperingai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 73. Sabtu (25/8) siang

Lebih lanjut dikatakan oleh Kades Zainul Mukhid, “Pawai budaya yang dikemas dalam karnaval ini juga merupakan wadah bertemu warga untuk saling bersilaturrahmi. Maka untuk itu tradisi ini harus dipertahankan agar kerukunan di tengah-tengah masyarakat terus terjaga. Pawai budaya bisa jua dilakukan melalui Karnaval untuk memperingati Hari Kemerderkaan Indonesia seperti saat ini.

“Salah satunnya adalah sejumlah peserta memakai pakaian Jawa dengan membawa Nasi Boran yang merupakan makanan khas asal Lamongan, Reog serta pakaian adat lainya, termasuk berpakaian tokoh-tokoh dalam pewayangan” ungkap Zainul.

Kades Zainul menambahkan, “dalam arak-arakan tersebut peserta juga membuat pakaian kreasi perpaduan pakain dari adat yang dengan adat yang lainya.

Jadi warga menggelar arak-arakan sambil mempertontonkan kostum unik serta tradisi warga” tambah Zainul yang juga memaparkan di dipinggir sepanjang jalan yang digunakan arak-arakan tersebut dipenuhi warga yang sedang menonton,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang warga, Ahmad, menyebutkan pawai budaya yang dikemas dalam karnaval tersebut harus terus dipertahankan karena sangat efektif sebagai ajang pertemuan warga.

“Warga yang merantau di luar kota kebanyakan akan pulang kampung jika mendengar akan adanya acara ini. Mereka berkeinginan terlibat atau minimal dapat menonton sanak familinya yang turut dalam arak-arakan pawai budaya tersebut.

”Ahmad yang juga menyebutkan hal itu juga sangat efektif untuk menjaga kerukunan, utamanya bagi masyarakat yang berada di pedesaan,” pungkasnya (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY