Salah Satu SDN Di Lamongan Abaikan Upacara Bendera?

Salah Satu SDN Di Lamongan Abaikan Upacara Bendera?

85 views
0
SHARE

Kabarone.com,LAMONGAN – Menggelar Upacara di Sekolah adalah merupakan kewajiban. Sesuai yang disampaikan oleh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga telah mewajibkan semua sekolah, baik negeri maupun swasta untuk menggelar upacara bendera setiap hari Senin.

Demikian informasi yang kami dapatkan dalam artikel Seluruh Sekolah Wajib Gelar Upacara Bendera Setiap Senin yang kami akses dari laman media Kompas. Kegiatan wajib ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (“Permendikbud 23/2015”).

Ironis sekali hal ini benar-benar terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lopang II di Dusun Mojorayung Desa Lopang kecamatan Kembangbahu kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Setelah sekian lama sebelumnya kurang lebih delapan bulan di sekolah ini belum pernah mengadakan kegiatan upacara bendera sama sekali semenjak di kepala Sekolah dijabat Ibu Hj. Sri Kanti.

Setelah kejadian ini mencuat ke permukaan publik dan atas nama lembaga SDN tersebut mendapatkan teguran dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melalui Kabid SD Sukur dan diteruskan ke Ka UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kembangbahu Lamongan.

Selanjutnya pada hari Jum’at dan Sabtu Kepala sekolah dilakukan sidak oleh Ibu Hj. Ratih selaku Ka UPT. Akhirnya pada hari Senin Lembaga SDN tersebut mengadakan upacara bendera sebagai agenda rutin dan juga dihadiri oleh Hj. Ratih. Senin, (06/8).

Menurut penuturan beberapa murid saat di tanya oleh sejumlah wartawan mengatakan, memang benar semenjak di pimpin oleh kepala sekolah yang baru, SDN Lopang II belum pernah mengadakan upacara bendera pada tiap hari senin, dan sebelumnya Kepala Sekolahnya masih dipimpin oleh pak Suwarno upacaranya dilakukan rutin tiap hari senin, “ungkapnya.

Dugaan benar bahwa SDN Lopang II terbukti mengabaikan upacara bendera, petugasnya kaku dan sempat komandan upacara salah dalam menjalankan peran tugas sesuai aba-aba, kalau hal ini sering dilakukan mungkin tak akan pernah terjadi, Siswa kelas VI (Enam) saat di tes baca Pancasila tidak hafal dan tiga kali baru bisa. Untuk tes menyanyikan lagu Indonesia Raya pun agak canggung dalam menyanyikannya.

Sementara, “Hj. Sri Sukanti selaku Kepala sekolah SDN Lopang II saat di temui di ruabg kantornya setelah upacara ia sudah tidak ada di tempat, menurut penjelasan salah satu guru beliaunya sedang ada rapat di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Kembangbahu beserta Kepala Sekolah yang lainnya.

ia mengatakan, kepala sekolah yang baru menjabat itu sekitar bulan November 2017 yang lalu, namun pihaknya tidak berani menjelaskan secara rinci kapan upacara bendera itu mulai tidak dilaksanakan, untuk lebih jelasnya bisa tanya ke kepala sekolahnya langsung,” jelasnya.

Ditempat yang berbeda Hj. Ratih Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Kembangbahu saat dikonfirmasi soal tersebut memaparkan, “Sebelumnya ia dapat info dari Pak Kabid SD, hal ini sudah kami kroscek dan kami tindaklanjuti seperti yang bisa dilihat bersama.

Saat ditanya “memang SD ini tidak pernah melakukan upacara ? “Kemarin info dari Kepala Sekolah mulai dari tahun ajaran baru ini. Alasannya, hari pertama masuk sekolah ada Diklat Kepala Sekolah Bintek K 13, Kepala Sekolah masih sibuk belum bisa mempersiapkan. Kami berharap selanjutnya bisa berjalan dengan baik “papar Ka UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kembangbau Hj. Ratih.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Lamongan Adi Suwito melalui kepala bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Lamongan Sukur mengatakan, pihaknya tidak bisa menutup-nutupi atas kejadian tersebut itu murni kesalahan dari oknum kepala sekolah, kita akan evaluasi ke lembaga sekolah tersebut ke depannya, “ucap Sukur.

“Selanjutnya di harapkan kepala UPT dan pengawas untuk membenahi dan melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin, ini juga menjadi kesiapan lembaga untuk berbenah, Atas kejadian ini sudah saya laporkan ke pimpinan, ” pungkasnya (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY