Terharu, Upacara HUT RI Ke 73 Diikuti Oleh Puluhan Mantan Narapidana Teroris...

Terharu, Upacara HUT RI Ke 73 Diikuti Oleh Puluhan Mantan Narapidana Teroris Kembali NKRI

146 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Upacara detik-detik Proklamsi 17 Agustus peringatan HUT kemerdekaan RI ke 73 oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur digelar di alon-alon kota Lamongan. Ada yang berbeda dalam peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini dan sangat terharu sekali karena peserta juga di ikuti para Kombatan mantan narapidana teroris (Napiter) yang sekarang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi untuk setia kepada NKRI.

Rangkaian upacara pengibaran bendera merah putih sendiri dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB. Prosesi Detik-detik Proklamasi ini dimulai dari laporan komandan upacara oleh AKP. Benny Ulang,SH.Kasat Sabhara Polres Lamongan, pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Lamongan Debby Kurniawan, pengibaran sang saka merah putih oleh Tania Zesika W. hingga penghormatan kebesaran.

Sebagai Inspektur upacara Bupati Lamongan H. Fadeli juga dihadiri oleh Kapolres AKBP. Febby D.P. Hutagalung, S.I.K., MH., Kajari Lamongan, Dandim 0812 Lamongan beserta jajaran, anggota Polres Lamongan beserta jajaran, BNPT, Bakesbangpol, Fokompimda dan SKPD Kabupaten Lamongan, Dishub,Banser, anggota IPSI dan masyarakat Lamongan.

Secara khusus mengundang para Kombatan mantan narapidana teroris (Napiter) yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) yang saat ini sebagai Direkturnya Ali Fauzi Manzi alias Salman alias Abu Ridho alias Ikrimah merupakan adik trio Bom Bali satu, Jum’at (17/8/2018).

Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi menjelaskan, “seluruh anggota Lingkar Perdamaian juga berikrar untuk taat dan patuh kepada aturan, kehidupan berbangsa dan bernegara di hadapan Bupati Fadeli, Kapolres, Dandim dan disaksikan seluruh peserta upacara.

Total, 30 orang para Kombatan narapidana teroris (Napiter) yang di undang dalam mengikuti upacara detik-detik Proklamasi HUT kemerdekaan RI ke 73, mereka tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP).

Sementara itu, petugas pembaca ikrar kesetiaan pada NKRI mantan napiter adalah Yusuf Anis alias Haris alias Abu Bilal adalah salah satu lulusan akademi militer mujahidin Afghanistan 1991. Yusuf Anis pernah menjadi instruktur andalan Al Qaida di Camp Sada selanjutnya pada Tahun 1997 pindah tugas mengajar ke Camp Hudaibiyah Mindanao Filipina Selatan.

Pada konflik Ambon bergejolak tahun 1999 dia di tunjuk oleh Jama’ah Islamiyah untuk mengajar basic militer bagi warga sipil di Maluku dan sempat menjadi instruktur bayaran di wilayah Poso Sulteng. Tahun 2002 Bom Bali satu meledak, hasil investigasi Polri Jama’ah Islamiyah berada di balik serangan mematikan ini. Kemudian Yusuf Anis ditangkap dan diperiksa di Mabes Polri dan kemudian dilepas karena tak terbukti ikut berperan aktif dalam aksi tersebut, terangnya, red).

“isi Ikrar :
Bismillahirohmanirrohim…
Dengan memohon Rohmat Allah SWT dan atas kesadaran hidup berbangsa dan bernegara kami keluarga besar “Lingkar Perdamaian” berikrar bersama-sama : “Cinta dan setia kepada tanah air Republik Indonesia. Siap menjadi duta perdamaian dengan merajut ukhuwah. Taat dan patuh kepada aturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Membantu aparatur negara dalam penanganan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia. Bersama TNI – Polri menjaga perdamaian dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.”
Bupati Lamongan, Fadeli, berharap puluhan mantan Kombatan napiter tersebut, dapat menjadi contoh bagi mantan napi terorisme dan kombatan di seluruh Indonesia untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan turut menjaga keutuhan NKRI.

“Semoga yang terjadi di Lamongan ini menjadi motivasi bagi mantan terpidana terorisme dan mantan kombatan di daerah lain untuk menjaga keutuhan NKRI, “pinta Fadeli.

Ditegaskan pula Bupati Fadeli, “apa yang terjadi di Lamongan ini yakni Kembalinya mantan napiter dan mantan kombatan ke pangkuan Ibu Pertiwi (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tidak lepas peran aktif dari jajaran Polres Lamongan bersama Kodim 0812 Lamongan dan juga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang secara intens melakukan pembinaan ke mantan napiter dan mantan kombatan yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian, “tandas Bupati Fadeli (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY