TINGKATKAN ILMU, ANGGOTA HUMAS KEPOLISIAN RI BERLATIH ...

TINGKATKAN ILMU, ANGGOTA HUMAS KEPOLISIAN RI BERLATIH MC DAN PROTOKOLER

108 views
0
SHARE

Kabarone.com Jakarta – Hanya si dungu yang bebal dan yang tidak mampu paham bahwa belajar dan berlatih, sesungguhnya merupakan proses yang harus terus dilakukan. Sekalipun sudah punya banyak uang, pangkat dan jabatan, proses belajar dan berlatih pastinya harus terus dilakukan. Seperti pesan bijak dari Mahatma Gandhi, “hiduplah seakan-akan kau akan mati besok dan belajarlah seakan-akan kau akan hidup selamanya”.
Sejak lahir sampai mati, baik disadari maupun tidak, baik disengaja maupun tidak, proses belajar dan berlatih akan selalu hadir dan memaksa. Ada yang gagal paham, ada juga yang bisa mengerti. Bagi yang gagal paham, maka kegagalan akan terus dituai hingga akhir hidupnya. Namun bagi yang bisa belajar dan trampil karena berlatih, ada banyak keberhasilan dan pujian yang sudah pasti akan dituainya. Soal rezeki, sudah pasti akan mengiringi semua bentuk keberhasilan tersebut, karena materi menjadi salah satu imbalannya.
Beranjak dari kesadaran akan fakta tersebut, apalagi sebagai pasukan terdepan dalam menjaga keamanan dalam negri, Kepolisian Republik Indonesia juga tidak mau ketinggalan. Salah satunya dengan rutin mengadakan pelatihan sebagai cara belajar aktif bagi Polri dimanapun juga. Seperti Pelatihan Kehumasan yang telah dilaksanakan dari tanggal 16-21 Juli 2018, di The Hotel Falatehan, Jakarta. Pelatihan tersebut diikuti oleh para Polisi berpangkat Bintara sebanyak 34 orang, yang merupakan utusan dari 34 Polda di Indonesia.
Uniknya dari pelatihan kehumasan ini yaitu, para peserta dilatih untuk mahir sebagai MC atau Pembawa Acara. Bukan hanya untuk acara formal saja, tetapi juga untuk acara hiburan, yang menuntut mereka harus pandai dalam menghibur dan bergaya. Contohnya seperti berpantun ataupun bercanda. Selain itu, mereka juga dilatih menjadi MC untuk acara internasional, yang pastinya mengharuskan mereka fasih berbicara dalam bahasa Inggris.
Hal unik lainya yaitu, pelatihan ini sekaligus sebagai ajang uji kompetensi bagi para peserta, yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Publik Relations Indonesia (LSP PR Indonesia), bekerjasama dengan Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Sebagai instruktur untuk melatih para anggota Polri tersebut, agar mahir menjadi MC, Pembawa Acara dan Protokoler, LSP PR Indonesia menghadirkan Dr. Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan, S.Sos, M.T atau yang akrab disapa Bunda Rossa, pada hari Senin, 16 Juli 2018. Adapun salah satu tujuan pelatihan tersebut yaitu, selain untuk menghasilkan tenaga Humas yang kompeten dan tersertifikasi, juga sebagai cara untuk meningkatkan kompetensi diri anggota Polri agar siap bersaing..
Mengapa harus belajar MC dan Protokoler ? Menjawab pertanyaan tersebut, Bunda Rossa menjawab dengan mengambil beberapa contoh. Contoh pertama yaitu, kasus Steve Harvey yang salah saat mengumumkan nama pemenang Miss Universe 2015. Memang, untuk pertama kalinya dalam sejarah kontes kecantikan dunia Miss Universe, MC salah dalam mengumumkan nama pemenang pertama. Steve Harvey yang menjadi MC pada malam itu, mengumumkan bahwa pemenang Miss Universe 2015 adalah Miss Kolombia Ariadna Gutiérrez. Padahal seharusnya Miss Filipina, Pia Alonzo Wurtzbach. Siapa Steve ? Ia adalah seorang komedian, pembawa acara televisi sekaligus penyiar radio ternama. Artinya, seseorang yang sudah terlatih dan profesional menjadi pembawa acara sekaliber Steve Harvey juga bisa salah. Apa lagi bila tidak terlatih.
Contoh kedua yaitu, kasus Felcya Angelista, pembawa acara Dasyat yang sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kejahatan terhadap kesusilaan, oleh Ketua Infokom Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPP Pekat IB), Lisman Hasibuan. Pelaporan tersebut muncul karena tindakan Felcya saat membawakan program acara Dahsyat pada Jumat 19 Januari 2018 lalu, dianggap tidak sopan dan tidak menyenangkan.
Sedangkan contoh kesalahan protokoler akibat ketidakpahaman protokoler, dapat dilihat pada peristiwa yang menimpa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  oleh Paspampres ketika hendak mendampingi Presiden Joko Widodo pada penyerahan gelar juara Piala Presiden 2018, Sabtu 17 Februari 2018. Hal tersebut diakui oleh Maruarar Sirait, selaku Ketua Steering Commitee Piala Presiden 2018, akibat dirinya kurang mengerti tentang protokoler presiden, seperti dikutip dari beberapa media terpercaya. Menurut Maruarar, seharusnya sejak awal pihaknya bisa menanyakan pada Anies, apakah akan ikut mendampingi Presiden Jokowi memberi hadiah atau hadir mendampingi Persija Jakarta untuk menerima hadiah.
Contoh lain yaitu, saat Protokoler Istana Negara membuat kesalahan fatal dalam menulis kepanjangan dari singkatan BIN (Badan Intelijen Negara) menjadi Badan Intelijen Nasional dalam surat undangan resmi  atas nama Menteri Sekertaris Negara untuk pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI yang digelar pada hari Rabu, 8 Juli 2015. Akibatnya, pada tanggal 8 Juli 2015 itu juga, Djarot Sri Sulistyo, selaku Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, membuat pernyataan permohonan maaf.
Untuk mengantisipasi agar kesalahan yang demikian tidak terjadi pada internal Kepolisian Republik Indonesia, dan sebagai cara dalam mencari bibit-bibit baru yang handal di bidang MC dan Protokoler, dalam Pelatihan Kehumasan Polri Tahun 2018 tersebut, Bunda Rossa tidak hanya membagikan ilmu secara satu arah saja, tetapi juga dengan mengajak para peserta langsung praktek. Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Ingin tahu siapa salah satu peserta pelatihan yang menurut Bunda Rossa sudah handal ? Ternyata peserta dari Papua Barat, yaitu Brigadir Rusman Djafar, S.H.
Bagaimana dengan saudara ? Mampukah bila didaulat menjadi seorang MC atau sudah pahamkah tentang seni keprotokolan di negara kita ? Semoga saudara pernah membaca Pasal 1 Ayat (1) UU No. 9 tahun 2010 yang menegaskan bahwa keprotokolen di Indonesia adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan/resmi meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, sesuai jabatan/kedudukan dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat. Mari belajar bersama agar tidak malu dikemudian waktu. (RHP)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY