Calon Pengantin Bersama Keluarga Ngeluruk KUA, Camat Suwignyo Tanggap Melakukan Mediasi

Calon Pengantin Bersama Keluarga Ngeluruk KUA, Camat Suwignyo Tanggap Melakukan Mediasi

114 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Senin pagi, 10 September 2018, seharusnya menjadi hari bahagia bagi pasangan Emil Mutakin (39), warga desa Kalitengah, Kecamatan Kalitengah, dan Nurul Arifah (39) warga desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren Lamongan. Keduanya berencana menggelar pernikahan pada hari minggu kemarin (09/9/2018) dirumah mempelai laki-laki tepat di desa Kalitengah Kecamatan Kalitengah Lamongan Jawa Timur. (10/9/2018).

Namun, acara sakral tersebut mendadak kacau lantaran Petugas Pencatat Nikah (PPN) Moch.Sanusi juga selaku Kaur Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) di desa Kalitengah tersebut tidak bisa dihubungi bahkan Handphonnya mati (Off). Mestinya diperjelas kalau ada penundaan dan diberitahukan sebelumnya. Bahkan kalau berkas dinyatakan belum lengkap kenapa Kepala Desa Saiful Arif kok mau menandatangani berkas untuk memberikan rekomendasi, “ujar Y-N dan K-N selaku bagian dari keluarga mempelai laki-laki.

Sementara, Emil Calon mempelai laki-laki mengungkapkan, “Emil bersama keluarga sangat malu dan kecewa atas batalnya akad nikah yang sudah di hadiri sanak keluarga, tamu undangan kedua mempelai, dimana tanggal dan harinya sudah di tentukan sebelumnya.

Padahal berkas untuk pernikahan semuanya sudah saya serahkan ke bagian Petugas Pencatat Nikah (PPN) Moch.Sanusi, di situ sudah tertulis berdasarkan keputusan sidang di Pengadilan Agama Lamongan tertanggal 1 Agustus 2018 dan telah di nyatakan dengan ketetapan hukum tetap tanggal 28 Agustus 2018,” ungkapnya.

Merasa tidak terima di permalukan seperti itu, Emil Mutakin beserta keluarga senin (10/9) mendatangai Kantor Urusan Agama (KUA) bermaksud menanyakan langsung serta mendapat keterangan yang jelas terkait dengan ketidak hadiran petugas KUA di acara pernikahan itu.

Mengetahui hal ini Suwignyo Camat Kecamatan Kalitengah dengan sigap dan tanggap untuk memanggil para pihak baik Kepala Desa Saiful Arif, Petugas Pencatat Nikah (PPN) Moch.Sanusi juga selaku Kaur Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Kepala Kantor Urusan Agama Wahyudi Kecamatan Kalitengah untuk melakukan mediasi di ruang kerjanya bersama Emil (Calon mempelai laki-laki) yang didampingi keluarganya.

Dengan nada tegas Camat Suwignyo mengatakan, “Kalau memang berkas persyaratan atau surat keterangan sudah lengkap semuanya, pihaknya meminta untuk segera di adakan proses akad nikah dan hari ini juga di usahakan akad nikah, yang penting sudah ada kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Agama Lamongan berarti sudah sah secara hukum,” tandas Camat Suwignyo di ruangan kerjanya.

Wahyudi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalitengah saat mediasi menyatakan, “sejauh ini pihaknya belum menerima berkas atau surat keterangan apapun dari Moch.Sanusi selaku Petugas Pencatat Nikah (PPN) kedua pasangan calon pengantin tersebut.

“Saya selaku Kepala KUA belum menerima surat apapun, kok di suruh hadir di acara akad nikah (Ijab Qobul) tersebut, bukankah itu sudah melanggar hukum. Jangan sampai ini nanti muncul permasalahan di kemudian hari, dan akan terkena jerat hukum, kita harus lebih berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan,” ujar Wahyudi.

Masih dengan Wahyudi, “ia memberikan penjelasan, seharusnya pasangan calon pengantin sepuluh hari sebelum proses akad nikah berkas itu sudah harus di serahkan ke KUA melalui PPN, selanjutnya berkas tersebut akan di teliti apakah masing kurang lengkap apakah sudah lengkap, kalau sudah lengkap seterusnya bisa segera dilakukan proses akad nikah, “pungkasnya (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY