Akhirnya, Lima Tuntutan FHSNK Disepakati Bersama

Akhirnya, Lima Tuntutan FHSNK Disepakati Bersama

237 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Disepakati ada lima tuntutan dan aspirasi Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) saat Hearing dengan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Lamongan dengan Dinas Pendidikan Lamongan Jawa Timur.

Syukron Ma’mun, Ketua Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) menyampaikan melalui perdebatan dan diskusi yang pelik menghasilkan dua point penting sebagai prioritas pada status Surat Keputusan (SK) dan Kesejahteraan Insentif.

” Pemkab Lamongan melakukan kajian hukum serta melakukan studi banding di lima daerah ber SK Bupati, yang maksimal selesai pada 25 Oktober 2018 mendatang. Ada dua point penting yang disepakati adalah status yang merujuk pada tuntutan SK Pengangkatan Bupati bagi GTT dan PTT sebagai Honorer Daerah yang ditindaklanjuti oleh DPRD dan,” tegas Syukron.

Masih dengan Syukron, “Ia mengatakan terkait dengan kesejahteraan, anggaran 2019 akan diusulkan naik sebesar 100 persen, dari 6,9 Miliar di tahun 2018 menjadi 13,8 M di tahun 2019.
Seluruh kesepakatan dan kebijakan di atas, akan tetap terus kita kawal sampai dengan paripurna,” tandasnya.

Ditambahkan, dengan pertimbangan di atas, maka pihaknya secara resmi akan mencabut aksi mogok mengajar mulai hari ini, seluruh GTT dan PTT wajib kembali aktif mengajar di lembaganya masing – masing tanpa terkecuali.

“Konsekwensi dari sebuah gerakan adalah silaturrohim, komunikasi dan koordinasi, kami mohon Korcam FHSNK melalui perwakilan GTT dan PTT di lembaganya untuk menyampaikan permohonan maaf jika selama ini telah membuat suasana gaduh dan tidak kondusif, semua ini adalah bagian dari proses, jika ada yang kurang benar segera diklarifikasi dan diluruskan kembali,” tambahnya.

Syukron atas nama FHSNK kabupaten Lamongan mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada DPRD Lamongan, Pemkab Lamongan, Dinas Pendidikan, UPT Disdik, Kepala Sekolah, dan utamanya kepada seluruh pengurus serta Korcam FHSNK yang sudah berjuang sampai titik darah penghabisan demi sebuah perubahan.

” Yang terdepan dalam perjuangan ini adalah perjuangan kita bersama dan akan kita rasakan hasilnya, kami yakin seluruh GTT dan PTT menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Terkait persoalan ini, “Ia meminta untuk saling memaafkan, sahabat adalah tetap sahabat, saudara adalah tetap saudara, mari satukan kembali semangat membangun Indonesia khususnya melalui pendidikan yang ada di kabupaten Lamongan.

” Dan sekaligus kami semuanya mengucapkan terima kasih yang sangat dalam kepada pihak yang terkait yang sudah memberikan waktunya kepada FHSNK “pungkas Syukron Ma’mun, Ketua Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) di Kabupaten Lamongan Jawa Timur, (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY