Cangkrukan Kamtibmas Kapolres, Dandim 0812 Bersama Awak Media Di Lamongan

Cangkrukan Kamtibmas Kapolres, Dandim 0812 Bersama Awak Media Di Lamongan

77 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Awak Media Lamongan siap mengawal pemilu 2019 agar berjalan aman damai dan sejuk. Kesediaan para Awak Media menjaga stabilitas keamanan di tahun politik ini disampaikan saat mereka cangkrukan bareng Kapolres dan Dandim Lamongan, di Aconk Caffee Jln. Veteran Lamongan Jawa Timur.

“Kami bersepakat agar Pemilu 2019 berjalan aman, damai dan kondusif, karena hal itulah yang juga kami inginkan sebagai bagian dari masyarakat, Rabu (10/10/2018) malam.

Sementara Hanif Mashuri selaku perwakilan dari Awak Media menyampaikan, “para Awak Media menyambut baik prakarsa yang dilakukan Kapolres Lamongan mengenai masalah kamtibmas. “Sebagai Insan Pers, kami akan ikut mendukung kegiatan kepolisian dalam menjaga dan memelihara keamanan di wilayah Lamongan.

Selain dari pada itu disampaikan juga oleh Hanif, Alhamdulillah para Awak Media bisa ketemu dengan Kapolres Komandan Kodim 0812 Lamongan bersama jajaran.

Awak Media diharapkan bersikap Profesional, proporsional untuk sama-sama kompak dalam berkarya dan membuat Kabupaten Lamongan bisa tetap kondusif dalam membantu polres dan kodim Lamongan untuk mendukung Kamtibmas, lebih-lebih pada tahun politik 2019 mendatang.

Selain itu, Karena bagaimanapun kita semua nantinya akan dimintai pertanggung jawaban soal profesi kita masing-masing kelak diakhir zaman,” tegas Hanif.

Komandan Kodim 0812, Letkol. Arh. Sukma Yudha Wibawa mengatakan, Dandim dan Kapolres berusaha selalu menjaga Sinergisitas karena tugas tidak bisa dijalankan secara maksimal tanpa dukungan dari masyarakat. Lebih-lebih atas dukungan dari rekan-rekan wartawan.

Dandim selalu merespon atas komunikasi dengan rekan-rekan wartawan karena safari Cangkrukan degan petani, buruh, nelayan dimungkinkan wartawan juga akan berperan serta.

“Insya’Allah di Lamongan untuk menyambut tahun politik ini Dandim punya keyakinan akan tetap kondusif asal dapat dukungan dari masyarakat dan para pihak terkait terutama denga rekan-rekan Awak Media. Dandim menyampaikan permohonan maaf atas semuanya selama jalin kerjasama dalam tugasnya.

Dalam Kesempatan ini Kapolres Lamongan, AKBP. Deby D.P. Hutagalung, S.I.K. M.H mengungkapkan, polisi dan TNI telah menjalin sinergitas dalam hal kamtibmas. Diantaranya menjalin silaturrahim untuk menyatukan visi dan misi agar kabupaten di Lamongan tetap kondusif.

” Yang menjadi kerawanan yang dialami Kapolres yang hampir 1 tahun bertugas di Lamongan adalah konflik antar perguruan silat yang telah banyak menghabiskan energi. Bahkan berita-berita sering dimunculkan dari antar perguruan untuk memicu konflik. Tapi Alhamdulillah semua bisa kondusif karena ada upaya jalinan kerjasama antar pengurus perguruan masing-masing, pihak aparat keamanan dan masyarakat.

Selain menjalin hubungan baik hingga tercipta situasi aman dan kondusif, kapolres mengaku kegiatan cangkrukan ini mengantisipasi gangguan kamtibmas diwilayah Lamongan.

Dalam acara ini yang dikemas dalam serba serbi Cangkrukan ini, kapolres juga mengajak Awak Media untuk mewujudkan suasana damai menghadapi pemilu 2019.

“TNI-Polri tidak bisa apa-apa tanpa didukung masyarakat, termasuk dengan Awak Media. Kapolres juga berharap hubungan baik antara Awak Media dengan polri ini bisa menjadikan suasana di tahun politik ini tetap bisa aman, damai dan sejuk.

Soal pemberitaan oleh rekan-rekan media ada hal yg berkenan untuk diberitakan dan ada juga yang tak berkenan untuk diberitakan, karenan kami tetap sebagai manusia biasa yang tak lepas dari sebuah kesalahan. Untuk itu kami ucapkan permohonan maaf.

Sebelumnya, safari juga dilakukan termasuk degan persatuan nelayan, buruh, petani. Selanjutnya kegiatan-kegiatan safari ini tetap dilakukan untuk menjalin kerjasama yang baik demi membuat masyarakat di kabupaten Lamongan tetap kondusif, “ungkapnya.

Ditambahkan oleh Kapolres, seperti Berita Hoax memang saat ini menjadi fenomenal, bahkan meresahkan masyarakat. Di era media sosial sekarang banyak terjadi dan sekarang bisa dikata ada dua dunia yaitu nyata dan Maya. Polri sekarag sudah ada penyidik dibagian Cyber Criem untuk menangani kasus berita-berita Hoax.

Penyebaran berita Hoax dulu ada pepatah “Mulutmu Adalah Harimaumu” sekarang pepatah “Jempolmu Adalah Harimaumu. Kadang perbuatan tdk disengaja ataupun disengaja yang jelas resikonya adalah berperkara.

Kami menghimbau harus berhati-hati dalam bermain medsos dan bertindak bijaksana dalam penggunaannya. Orang tua punya peran aktif dalam mendampingi anak-anaknya. Padahal kalau umur kurang dari 17 tahun itu tidak bisa mendaftar ke jejaring sosial (medsos), dengan berbagai cara pemuda sekarang agar bisa bermain medsos akhirnya umurnya dituakan.

Untuk contoh seperti halnya anak- anak yang terjerat perkara bukan masalah hal diskriminasi terhadap anak, akan tetapi sebelum terjadi awasi anak-anak agar berhati-hati menyebarkan berita dan memposting berita.

Atas kejadian-kejadian yang ada menjadi sebuah keperihatinan atas penyebaran berita Hoax. Untuk menangkal itu semua kita selalu berupaya melakukan Deklarasi Anti Hoax dengan maksud untuk meminimalisir tindak kejahatan melalui medsos.

Kebersamaan para Awak Media dengan kapolres dan Dandim Lamongan bersama-sama ini diakhiri deklarasi damai serta penandatanganan deklarasi di atas poster semua Awak Media dan selanjutnya melakukan Ikrar : “KAMI AWAK MEDIA LAMONGAN Menyatakan Menolak Adanya Berita Hoax # Dan Ujaran Kebencian # Serta Mendukung # Dan Siap Membantu Kepolisian # Dalam Mengamankan Pemilu 2019 # Yang Aman Damai Dan Sejuk”. Pungkasnya (red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY