Bersama LRC- KJHAM, FH Unisbank Gelar Pelatihan “Sekolah Gender dan HAM”

Bersama LRC- KJHAM, FH Unisbank Gelar Pelatihan “Sekolah Gender dan HAM”

33 views
0
SHARE

Kabarone.com, SEMARANG – Fakultas Hukum Unisbank Semarang bekerja sama dengan LRC- KJHM (Legal Reources Center untuk keadilan gender dan HAM) menggelar pelatihan pendamping korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah di Kampus FH Unisbank Mugas Semarang, (5-14 Nopember 2018).

Sedikitnya 21 orang yang terdiri dari mahasiswa, pendamping perempuan dan anak tampak serius mengikuti pelatihan bertajuk Sekolah Gender dan Hak Asasi Manusia (Kader HAM) tersebut.

Diharapkan para peserta ini akan menjadi pendamping bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah.

Dekan Fakutas Hukum Unisbank Semarang Dr.Rohmani,SH.M.Hum didampingi Kepala Program Studi (kaprogdi) Adi Suliantoro,SH.MH memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan Kader HAM.

Menurutnya, FH Unisbank menyambut positif dan akan terus mendukung program semacam ini. ” Selain sudah terjalin kerjasama sebelumnya, FH Unisbank seringkali mengirim mahasiswa tingkat akhir untuk program magang di LRC-KJHAM ataupun menjadikan LRC-KJHAM sebagai tempat untuk melakukan penelitian bagi mahasiswa, “ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Direktur LRC-KJHAM (Legal Reources Center untuk keadilan gender dan HAM), Dian Puspitasari,SH.

Dirinya menuturkan sekolah Kader HAM ini diselenggarakan sebagai bentuk respon atas meningkatnya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah.

“Dibutuhkan kerjasama banyak lembaga untuk memulihkan korban dan terus menerus melakukan pendampingan terhadap korban. Tidak kalah penting adalah memunculkan kader atau pejuang HAM agar mempunyai empati terhadap korban, pengetahuan dan kemampuan dalam mendapingi korban,, ” jelasnya.

Dian menambahkan, dalam pelatihan ini materi yang disampaikan adalah pengetahuan hukum dan HAM, ketrampilan dalam melakukan konseling, kampanye hingga pendokumentasian terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

” Mudah-mudahan pelatihan ini memunculkan para pejuang HAM yang peduli dan mau melakukan pendampingan terhadap korban,” harapnya.(Amr).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY