Cara PKK Lamongan Cegah Stunting

Cara PKK Lamongan Cegah Stunting

21 views
0
SHARE

Kabarone.com, Lamongan – Edukasi pada keluarga menjadi cara yang ditempuh Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Lamongan Makhdumah Fadeli untuk mencegah terjadinya anak dengan kondisi stunting.

Dengan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, edukasi tersebut akan digelar secara simultan hingga 14 Nopember mendatang di sejumlah lokasi di Lamongan.

Sementara pencanangan gerakan Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan itu dilakukan Makhdumah Fadeli di Pendopo Lokatantra, Kamis (8/11). Hadir pula dalam kesempatan itu Kasubbid Pendidikan Anak dan Remaja Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nanik Suwaryani dan Kabid PAUD Dinas Pendidikan Lamongan Indro Suharto.

Makhdumah Fadeli menyayangkan masih ditemuinya anak dengan kondisi stunting di Lamongan. Padahal Lamongan kaya akan sumber pangan, mulai dari padi, jagung, hingga ikan.

Bahkan beberapa hari lalu Lamongan telah menerima penghargaan Peduli Ketahanan Pangan Award bidang Inovasi Konsumsi Pangan Lokal dari Gubernur Jawa Timur.

Kondisi itu menurutnya dimungkinkan bisa terjadi karena adanya kurangnya pengetahuan orang tua dalam pemenuhan gizi anak, baik saat di kandungan maupun di masa aweal tumbuh kembangnya.

“Oleh karena itu Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, “ ujarnya.

Sementara Indro Suharto menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek di usianya.

Akibat dari stunting, selain tubuh menjadi kerdi, kecerdasan juga tidak berkembang secara optimal sehingga melahirkan generasi yang lemah dan tidak berkualitas.

“Jika kondisi ini dibiarkan maka tidak mustahil bahwa 10 tahun atau 15 tahun ke depan, tidak akan pernah lahir generasi penerus bangsa yang patut dibanggakan untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” ungkap Indro Suharto.

Sedangkan Nanik Suwaryani meyakinkan bahwa Kemendikbud telah melakukan berbagai program intervensi penanganan stunting.

Dia menjelaskan program tersebut dilakukan melalui serangkaian kampanye, publikasi, sosialisasi, informasi dan edukasi perilaku hidup sehat. Kemudian mengajarkan pembiasaan hidup sehat dan makanan sehat, layanan PAUD 0-3 tahun, dan program peningkatan mutu layanan PAUD melalui peningkatan kompetensi guru PAUD,

“Selanjutnya dengan melaksanakan program bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, serta peningkatan kompetensi penilik, pamong, tutor dan instruktur pendidikan pertama,” jelas Nanik Suwaryani.

Ditambahkan olehnya, implementasi edukasi ini juga sudah harus diterapkan orang tua sejak anaknya dalam kandungan sampai dengan berusia 2 tahun.

Saat hamil, kata dia, ibu harus mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, mengonsumsi tablet penambah darah, memeriksakan kehamilan secara rutin serta menjaga kestabilan emosi dengan berpikir positif.

Kemudian saat bayi berusia 0-12 bulan agar disediakan benda berbagai bentuk, warna, pola dan bunyi, banyak mengajak berbicara dengan bertatap muka, memvariasikan makanan bayi sesuai usia serta mengajaknya bermain.

Sedangkan ketika bayi berusia 13-24 bulan, agar mengasah kemampuan berpikirnya. Salah satunya dengan mengajak bermain peran, mengasah kemampuan berkomunikasi melalui membacakan buku cerita, mengasah kemampuan bersosialisasi dengan mengenalkan lingkungan sekitar.

Selain di Pendopo Lokatantra, Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan juga akan diadakan di MAN Lamongan, SMPN 1 Babat dan Ruang Pertemuan Desa Kemantren Paciran. (RED)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY