Gelar Perayaan Hari Jadi Ke 51, PIII Mengajak Perempuan Indonesia Melek Teknologi

Gelar Perayaan Hari Jadi Ke 51, PIII Mengajak Perempuan Indonesia Melek Teknologi

65 views
0
SHARE

Kabarone.com, Jakarta – Bertempat di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11) Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) menggelar puncak acara hari jadinya yang ke 51 dengan berbagai rangkaian acara. Mulai dengan seremoni potong tumpeng, pemberian tali kasih pada sesepuh dan penasehat serta tokoh-tokoh perempuan istri insinyur yang hadir. Juga ada talkshow dan fashion show. Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan sejak tanggal 22 November 1967.

Tradisi PIII tak pernah melewatkan seremoni tiap tahun untuk mengundang orang-orang berjasa pada PIII khususnya dan pada dunia keinsinyuran di Indonesia umumnya  seperti Ibu Hermanto Dardak, Ibu Arifin Panegoro, Ibu Hatta Rajasa, Ibu Djoko Kirmanto. Hadir pula di acara pengurus PIII dari perwakilan seluruh Inďonesià dan undangan ormas perempuan lainnya.

Dengan tema “90 Tahun Perjuangan Indonesia di Era Teknologi, ” Ketua Umum Persatuan Istri Insinyur Indonesia, Nia Wardani Said Didu meminta agar kaum perempuan tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi di era kekinian unruk berbagai urusan perempuan mengelola hidupnya.

Dari mulai untuk kepentingan diri sendiri, untuk keluarga maupun masyarakat luas. Contohnya saja adanya ponsel yang bisa digunakan untuk berwiraswasta, bersosialisi, sharing informasi kesehatan, pendidikan dan keluarga dan sebagainya yang lebih bermanfaatkan lebih jika hanya digunakan sebagai alat telekomunikasi.

Ketum PIII, Nia Wardini Said Didu mengatakan selama 51 tahun perjalanannya, PIII secara berkesinambungan menunjukkan kiprahnya terhadap dunia pendidikan perempuan serta anak Indonesia, khususnya kegiatan yg bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan Indonesia atas perkembangan teknologi dan bagaimana teknologi tersebut bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga.

“Diharapkan perempuan PIII sebagai istri dapat pula berperan aktif dalam mendampingi suami melalui profesinya sebagai insinyur atau profesi apapun untuk mengawal proses pembangunan bangsa Indonesia. Manfaatkan teknologi dengan kegiatan positif. Jangan gunakan teknologi  untuk tujuan yang tidak baik,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga digelar Talkshow menghadirkan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, salah satu pimpinan Komisi X  DPR RI dan  Dr. Ir. Said Didu, APU, tokoh yang sangat dekat dengan dunia keinsiyuran, mantan ketum PII (Persatuan Insinyur Indonesia) dipandu Sekarwati, S.Sos. M.Si sebagai moderatornya. Talkshow mengupas tentang peran perempuan dalam era teknologi. 

Hetifah mengatakan, keberadaan prosesi insinyur di Indonesia sangat besar peranannya, apalagi di era milenial saat ini.

“Kita perlu orang yang dapat mencari solusi. Bukan cuma punya ide tetapi bagaimana mewujudkan ide-ide yang ada menjadi sesuatu yang dapat memberikan sumbangan pemikiran pada perubahan,” katanya.

Hetifah mengatakan bahwa memang perempuan punya keterbatasan, namun tidak menghalanginya untuk melahirkan sesuatu karya. Hetifah mengajak perempuan-perempuan masuk dan berkarya di dunia keinsinyuran. 

Sementara Said Didu mengajak semua pihak untuk lebih peduli akan eksistensi insinyur sebagai profesi yang penting dalam proses pembangunan. Profesi insinyur harus diapresiasi dengan baik karena jumlah insinyur yang dibutuhkan  Indonesia masih kurang sementara minat anak muda menjadi Insinyur kian berkurang.

Hal penting lainnya yg disampaikan Pak Said Didu adalah, bahwa teknologi membantu manusia agar lehidupannya  lebih baik, jadi manusia yang harus mengendalikan teknologi untuk kemaslahatan hidupnya dan jangan manusia yang dikuasai teknologi. Jadi dampak negatif perkembangan teknologi bisa diminimalisir.

Acara kemudian ditutup dengan pidato ketum PII Bapak Hermanto Dardak yang turut menyatakan perempuan harus dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya. (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY