Agar Bisa Swasembada, Peternak Sapi Rambak Butuh Bantuan Pemerintah Babel

Agar Bisa Swasembada, Peternak Sapi Rambak Butuh Bantuan Pemerintah Babel

120 views
0
SHARE

Kabarone.com, Bangka Belitung – Selama ini ketersediaan sapi potong di Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka belitung (Babel) lebih banyak didatangkan dari luar Pulau Bangka.Jumlah permintaan setiap tahun terus bertambah dengan kenaikan kisaran 20 persen. Padahal potensi pengembangan sapi lokal untuk bisa mandiri dan berswa sembada cukup terbuka. Saat ini, keinginan itu belum dapat direalisasikan karena sejumlah peternak sapi kekurangan modal. Maka peran Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Propinsi sangat diperlukan.

Keinginan untuk berswa sembada dan perluasan pengembangan usaha ikutan dari peternakan sapi demi menciptakan lapangan pekerjaan baru, telah lama menjadi keinginan seorang peternak di Lingkungan Rambak, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, yaitu H. Sumardi. Keinginan itu lagi-lagi terbentur masalah klasik, yaitu modal. Untuk itu, pada Rabu (6/2) dia secara pribadi sengaja mengundang pihak Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Babel yang dalam hal ini diwakili oleh H. Armaini agar dapat melihat kondisi lapangan apa yang menjadi keluhan dan hambatan dari peternak.

Melalui kedatangan orang Dinas tersebut, Sumardi berharap agar ada bantuan modal dari Pemerintah Propinsi Bangka belitung (Babel). Sementara Armaini mengatakan, setelah melihat kondisi lapangan dan apa yang telah dipaparkan, dia sangat mendukung keinginan itu. Apalagi sesuai arahan dan menjadi program unggulan dari Gubernur Babel H. Erzaldi Rosman untuk membantu pelaku Usaha Menengah dan Kecil (UMKM) mengembangkan usahanya agar terbuka lapangan pekerjaan baru. Dan salah satu program unggulan itu, dimana saat ini tengah digalakan penanaman Sorgum. Dalam program itu, dapat ditemukan sinergi terintegrasi antara peternakan sapi dengan penanaman sorgum. Dikatakan pupuk kandang dari kotoran sapi dapat dipakai untuk penyuburan tanaman sorgum. Sebaliknya pula, batang tanaman sorgum saat panen dapat dijadikan pakan sapi.

Peternakan sapi milik Sumardi memiliki kandang tempat penggemukan dan lahan untuk pengusahaan pakan ternak.Keseluruhan sekitar 7 hektar. Rencana kedepan apabila bantuan modal dari Pemerintah Propinsi Babel turun, pengembangan ikutan terutama bidang pertanian akan melibatkan 100 kelompok tani, atau sekitar 1000 orang petani. 100 kelompok tani itu telah tergabung dalam wadah Koperasi Produsen Persada Makmur. Dengan demikian akan tercipta lapangan kerja cukup besar.

Turut mendampingi kegiatan tersebut Aktivis dan Analis dari Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Propinsi Bangka-belitung (LP5 Babel) Indra Zuardi, SIP, Msi. Dikatakan Indra, Pemerintah harus mendukung dan mensuport program usaha ini yang telah berjalan cukup lama yang selama ini belum ada sentuhan dari pemerintah baik berupa pembinaan atau bantuan lain. Tentunya pemerintah sangat diuntungkan, karena program usaha ini telah lama ada bukan baru akan memulai. Jika berjalan harapan tingkat keberhasilan cukup terbuka lebar. (Suhardi Sir)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY