Menkominfo : Profesionalisme Jurnalis Sangat Dibutuhkan Dalam Bela Negara

Menkominfo : Profesionalisme Jurnalis Sangat Dibutuhkan Dalam Bela Negara

45 views
0
SHARE

Kabarone.com, YOGYAKARTA – Kementrian Pertahanan RI, TN AU bersama L 9 Institut dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) menggelar workshop Pendidikan Peningkatan Kesadaran Bela Negara Pekerja Media Tingkat Nasional bertempat di Museum Dirgantara Mandala di Komplek Pangkalan TNI AU Adi Sucipto pada hari Rabu (27/03/19) .

Mengambil tema membangun sumber daya manusia dengan disiplin nasional acara diikuti oleh ratusan pekerja media dari seluruh Indonesia, mahasiswa, beberapa rektor dari perguruan tinggi di Yogyakarta.

Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka menumbuhkan rasa nasionalisme dan mengakar pada setiap warga negara ,di sisi lain menjaga keutuhan wilayah kesatuan Indonesia.

Pembicara kunci Menkominfo Rudiantara,S.Stat, MBA menyampaikan bahwa peran pekerja media dalam bela negara itu sangat besar, bahwa bela negara itu tidak hanya bermakna secara fisik kita memanggul senjata membela tanah air tetapi bisa dilakukan dengan membuat berita-berita yang adem dan tidak membuat panas suasana di negeri ini.

Menurut Rudiantara, profesionalisme jurnalis sangat dibutuhkan untuk turut menjaga kesadaran bela negara dan mewujudkan keberagaman yang dewasa ini mulai terusik apalagi menjelang pemilu 2019 ini.

“Kominfo setiap hari melakukan patroli cyber untuk menangkal maraknya hoax dewasa ini, kita lakukan penyisiran semua akun medsos yang ada untuk menjaring hoax yang bisa berpotensi mengancam persatuan kita. Sebagai jurnalis , karena itu kita meminta teman-teman semua turut serta memerangi hoax dalam upaya peningkatan kesadaran bela negara ,” kata Rudiantara.

Menkominfo juga mengapresiasi rencana pengembangan museum Dirgantara menuju era tekhnologi dan terbesar di asia tenggara. “Bagus , saya apresiasi tadi program dari Museum Dirgantara yang membuat aplikasi AR dan game permainan pesawat yang bisa menumbuhkan kecintaan anak-anak pada era Milenial ini bisa lebih mengetahui sejarah perjuangan angkatan udara kita salah satunya,” kata Rudi.
Sementara itu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melalui video typing mengucapkan selamat atas Workshop Pendidikan Peningkatan Kesadaran Bela Negara Pekerja Media Tingkat Nasional. “Selamat atas workshop ini, semoga kegiatan ini bisa semakin menumbuhkan rasa kecintaan terhadap negara,” ucap JK.

Ketua Pembina ABN RI Marsda TNI Yadi Indrayadi S, MSS dalam pemaparannya mengatakan bahwa bela negara itu aksi dan reaksi. Dan untuk masa sekarang ini bela negara bisa dilakukan dengan melalui tulisan khususnya untuk para pekerja media ini.

“Teman-teman jurnalis bisa Melakukan bela negara dengan membuat berita yang konstruksi bukan dekstruktif, dengan begitu teman-teman media bisa membantu menjaga kesejukan dan kestabilan keamanan negara ini,” terang Marsda TNI Yadi.

Menurut Yadi, serangan terhadap kedaulatan negara itu pada masa sekarang ini tidak hanya melalui serangan fisik,tapi sekarang ini sudah sangat global melalui teknologi dan media sosial. “Karena itu diperlukan kepedulian teman-teman jurnalis untuk ikut memerangi hoax, menjalan fungsi pers sebagai kontrol sosial dan fungsi pers yang mendidik generasi bangsa,” tegasnya. (Amr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY