Pengukuran Lahan KAI – Pengairan Dalam Pembuatan TPSS Pasar Unggas Babat

Pengukuran Lahan KAI – Pengairan Dalam Pembuatan TPSS Pasar Unggas Babat

89 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Lahan milik PT. Kereta ApI Indonesia (KAI) akan kembali dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Izin pinjam pakai tepatnya di wilayah Kecamatan Babat. Lahan PT. KAI itu yakni lahan di Pasar Unggas yang masuk wilayah kelurahan Babat dan kelurahan Banaran Kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur. Mekanisme pinjam pakai diatur dalam PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Aset Negara.

“Bila diperkenankan kami lakukan pinjam lahan tersebut untuk sementara, yang nantinya di pergunakan untuk tempat pembuangan sampah sementara. Untuk tempatnya sudah kita koordinasikan dengan pihak DLH dan disiapkan Kontainer untuk penampungan sampah sementara yang sudah disiapkan oleh pihak DLH sebanyak 5 sampai 6 unit container yang kita tempatkan pada titik-titik khususnya pasar unggas di wilayah kecamatan Babat,” ungkap Camat Babat, Mulkan saat pengukuran lahan antara milik KAI dengan milik pengairan, Rabu (13/3/2019).

Dikatakan oleh Camat Mulkan, proses lebih lanjut berupa permohonan izin pinjam pakai lahan PT. KAI itu sudah lakukan pembicaraan sebelumnya dan sekarang dilakukan tahapan pengukuran lahan.

Pengukuran tanah KAI dan Pengairan dalam rangka pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di pasar Unggas Babat. Pengukuran batas wilayah KAI dan Pengairan adalah batas yang sudah di tentukan, di lahan tersebut yang berdampingan. “Dari KAI dan pihak kecamatan dalam hal ini kami sebagai camat Babat yang juga selalu mengikuti dan menyaksikan pelaksaan pengukuran di lahan KAI dan Pengairan.

Mudah mudahan ini menjadi sebuah solusi yang telah diambil baik oleh pihak KAI ataupun pihak pemerintah kecamatan Babat. Permohonan Izin pinjam pakai sebagai akses jalan di lahan ini.

Jadi kami bukan minta tapi bagaimana ketika masyarakat kita dipinjami untuk jalan 1,5 meter dibagian timur dan dibagian barat tanahnya kelihatanya menceng bisa 3 meter lebih. Ini bertujuan penataan kembali tempat pembuangan sampah di Gilang”, terang Mulkan

Lahan tersebut, ternyata setelah di ukur ada 46 sampai 50 meter dari arah rel. Adapun pengairan sampai arah rel yang di utara, dikasih jalan 1,5 meter karena tanahnya menceng tanahnya bisa 4 meter dibagian barat, Terima kasih dari KAI. Ini sebagai wine-wine solution (jalan keluar yang terbaik) jalan tengah masyarakat bisa menikmati dan juga pihak KAI sendiri tidak terbebani.

Sementara keterangan yang disampaikan oleh pihak KAI saat pelaksanaan pengukuran lahan dikatakan olehnya, “Kalau minta kita ndk bisa, kemungkinan pemakaian saja. Karena pada pertemuan sebelumnya sudah disepakati soal batas, tapi tinggal teknik pelaksanaannya”, terang pihak KAI yang hadir.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fachrudin Ali Fikri saat di konfirmasi menanggapi soal pembuangan sampah di pasar unggas. Di lokasi timur pasar unggas perlu dibenahi dan jangan jadi lokasi pembuangan sampah liar. Kalau memang ada lahan disitu yang bisa untuk TPS maka DLH siap untuk mengambil sampah nya. Lalu saat ditanya apa benar ya, soal pembuangan sampah sementara tepatnya di pasar Unggas Babat pihak DLH akan membantu menyiapkan 5 sampai 6 Kontainer ya ? “Jumlah Kontainer menyesuaikan dengan jumlah sampah harian yang masuk di TPS tersebut, ” Tegas Kadinas DLH Fakhrudin (Ian/Pul/As).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY