Peningkatan Komoditas, Lamongan Arahkan Fokus Kembangkan Enam Komoditas Unggulan

Peningkatan Komoditas, Lamongan Arahkan Fokus Kembangkan Enam Komoditas Unggulan

78 views
0
SHARE

Kabarone.com,Lamongan – Dalam rangka pengembangan serta peningkatan komoditas unggulan, maka Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jawa Timur mengarahkan Kabupaten Lamongan agar lebih fokus mengembangkan enam komoditas unggulan daerah, diantaranya : Tenun ikat, One Village One Product (OVOP) di Kalitengah, Wingko, Bandeng Presto, Enceng Gondok serta Tempurung Kelapa sebagai produksi industri kreatif.

Arahan tersebut disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Propinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi saat menghadiri Musrenbang Kabupaten Lamongan sekaligus dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2020 di Pendopo Lokatantra, Selasa (19/3).

“Musrenbang mempunyai arti penting karena melalui forum ini semua pikiran dan harapan masyarakat Lamongan bisa terakomodir dan dihasilkan kesepakatan berupa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lamongan, yang nantinya akan dijadikan dasar penyusunan Rencana Anggaran Pemerintah Daerah (RAPBD) Tahun 2020 mendatang,” ujar Wahid Wahyudi.

Selain itu, terkait ekonomi makro, Wahid Wahyudi juga memberikan arahan penjelasan pengembangan wilayah dan komoditas Kabupaten Lamongan.

Untuk pengembangan komoditas, dia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan meningkatkan kompetensi inti komoditas tenun ikat yang berada di Kecamatan Maduran, dan IKM UKM berbasis OVOP komoditas di kecamatan Kalitegah.

Juga IKM UKM berbasis agrobisnis komoditas wingko dan bandeng presto di Kecamatan Babat, IKM UKM industry kreatif komoditas Tas Enceng Gondok dan tempurung kelapa yang berada di Kecamatan Lamongan dan Kecamatan Paciran.

Sementara, Musrenbang kali ini berlangsung berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Karena Bupati Fadeli memberikan penghargaan bagi Perangkat Daerah (PD) dengan kualitas perencanaan pembangunan daerah terbaik

“Ini untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan pembangunan di Kabupaten Lamongan dan dalam mendukung Sistem Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP),” dikatakan Bugatti Lamongan Fadeli.

Pada kesempatan tersebut, Fadeli juga menetapkan sejumlah target kinerja bagi pemerintahannya di tahun 2020 mendatang. “Seperti untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang di tahun 2017 pada angka 71,11, ditargetkan di tahun 2020 bisa naik menjadi antara 71,22 – 71,62. Kemudian estimasi angka pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang mencapai 5,54 persen, ditargetkan tahun 2020 bisa berada di angka 5,59-6,59.

Selanjutnya, untuk tingkat kemiskinan pada tahun 2017 yang pada 13,80 persen, dan di tahun 2020 ditargetkan turun menjadi antara 13,17 – 10,98 persen. Sedangkan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka yang tahun 2018 sebesar, 3,17, ditargetkan di tahun 2020 turun menjadiai 3,11 persen.

Pada kesempatan terpisah juga disampaikan oleh Kepala Bappeda Lamongan Mursyid, “penghargaan Perencanaan Integratif Pembangunan Daerah (PPID) Kabupaten terbaik adalah Dinas Perikanan, disusul Badan Kepegawaian Daerah dan Dinas Kesehatan. Selanjutnya untuk kecamatan yang terbaik adalah Brondong, kemudian Karangbinangun dan ketiga adalah Kecamatan Lamongan”, pungkasnya (Pul/Ian/As).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY