Sidang Dilanjutkan, Terungkap Asal Usul Zirkon Antoni Bukan Dari IUP

Sidang Dilanjutkan, Terungkap Asal Usul Zirkon Antoni Bukan Dari IUP

53 views
0
SHARE

kabarone.com, Pangkalpinang-Sebanyak 3 orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Hidajati SH dari Kejati Babel pada sidang lanjutan Bos Zirkon Hon Apriyanto alias Antoni di Ruang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Senin (4/3). Ketiga orang saksi masing-masing Toto Heryanto, Maria Dani dan Dicky Satria. Ketiganya adalah pekerja PT Indorec Sejahtera dan menyaksikan saat penggerebekan pada bulan September tahun 2018 oleh Ditreskrimsus Polda Babel di Gudang milik Antoni.

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Qory Oktarina SH dengan Hakim Anggota Iwan Gunawan SH dan E. Sipahatur SH mencecar saksi-saksi terkait asal-usul pasir zirkon. Saksi Dicky Satria yang bekerja khusus pada bagian timbangan, mengatakan dalam sehari pembelian pasir tailing cikal bakal zirkon oleh PT Indorec Sejahtera berkisar 30 sampai 40 ton berat kotor. Menurut Dicky asal-usul pasir tailing dari masyarakat sekitar. “Asal-usul pasir tailing yang dibeli dari masyarakat sekitar yang diantar menggunakan mobil truk”, katanya.

Saksi Toto Heryanto yang bertugas sebagai mandor dan mengepalai sebanyak sekitar 20-an orang pekerja mengatakan, dia bekerja mulai tahun 2017. Pada waktu itu gudang mulai dibangun. Walau gudang dalam proses konstruksi tetapi pembelian pasir tailing tetap berjalan. Saksi-saksi tersebut sepakat terkait ijin mereka tidak mengetahui. Saat ditanya apakah papan nama perusahaan dipasang didepan gudang, dikatakan saksi-saksi terpasang dengan jelas. Sementara isi gudang terdiri dari sejumlah mesin pemisah mineral dan meja goyang.

Dalam perkara ini Antoni disangkakan melanggar Pasal 158 atau Pasal 161 UU no. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba, terkait kepemilikan ribuan ton mineral ikutan jenis zirkon, elemenite dan monazite yang diduga berasal bukan dari areal Ijin Usaha Pertambangan (IUP). Antoni terancam 10 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar. (Shd)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY