Adanya Obyek Wisata Gunung Mas, Pihak Terkait Harus Turun Tangan

Adanya Obyek Wisata Gunung Mas, Pihak Terkait Harus Turun Tangan

931 views
0
SHARE

Kabarone.com Lamongan – Lokasi wisata bekas tambang kapur (Galian C) yang kini telah disulap menjadi lokasi wisata yang dikenal dengan sebutan Wisata Gunung Mas yang bernuansa Tiongkok ini berada di wilayah selatan Lamongan, Selasa (11/06), tepatnya di Desa Tugu, Kecamatan Mantup Jawa Timur, Gunung Mas seakan-akan mampu merubah kesan bukit bebatuan menjadi sesuatu yang indah dan layak untuk dikunjungi. Namun, ironi sekali adanya wisata tersebut patut dipertanyakan oleh semua pihak.

Sementara, salah satu penjaga wisata yang berinisial S-D (24) saat ditemui di lokasi wisata mengatakan”, Untuk tiket tarif masuk yang dikemas dengan bayar parkir, bagi sepeda motor kita kenakan tarif Rp 10 ribu, dan untuk roda empat atau mobil kita kenakan tarif masuk Rp 30 ribu.

” Soal ramai tidaknya pengunjung, dijelaskan oleh S-D, kalau hari biasa sepi mas, tapi di saat hari libur seperti Sabtu dan Minggu lumayan ramai. Menurutnya, Lebaran Idul Fitri kemarin, pengunjung ramai mulai di hari kedua setelah lebaran sampai dengan hari Minggu. Mengenai Retribusi masuk yang dikemas dengan parkir, untuk sepeda motor di perkirakan mencapai 200 lebih, sedangkan untuk roda empat mencapai hingga 50 an”, ujarnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan”, Pengunjung wisata Gunung Mas disamping berasal dari warga Lamongan sendiri, bahkan ada juga yang berasal dari luar daerah, seperti pengunjung dari Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, bahkan ada yang dari Jakarta dan sekitarnya. Dan pernah ada juga pengunjung yang datangnya sudah malam jam setengah 7 (18.30 WIB), ya terpaksa kita buka karena dia datang dari Yogyakarta, padahal Wisata Gunung Mas dibuka mulai jam 07.00 WIB – 18.00 WIB,” Terangnya.

Ditambahkannya oleh S-D”, soal desain wisata, ia menerangkan, bahwa yang mendesain adalah pemiliknya sendiri yakni Masrukhan Taufiq berdasarkan imajinasinya. ” Saya sejak berdirinya Wisata Gunung Mas ini dan sudah dua tahun bekerja di tempat ini dan ditemani dua orang penjaga lainnya disamping malam harinya juga ada satu orang penjaga. Wisata Gunung Mas ini semakin lama semakin banyak pengunjung yang datang. Saat ditanya soal masalah lain-lainnya yang berkaitan dengan perijinan saya tidak tahu apa-apa,” tambahnya.

Pemilik Wisata Gunung Mas saat beberapa awak media berkunjung ke lokasi tidak ada ditempat, menurut keterangan penjaga ia pergi ke luar kota dan dihubungi lewat telephonya tidak diangkat juga lewat sambungan WhatsApp nya cuma dibaca saja dan tidak ada respon untuk menjawab. Hal senada termasuk saat kami konfirmasi ke H. Sukri Camat Kecamatan Mantup juga Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Lamongan Agus sampai saat ini belum bisa memberikan klarifikasi keterangan yang jelas.

Pada giliran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan Drs. Ismunawan, MM mengungkapkan”, pihaknya memang membenarkan adanya Wisata Gunung Mas tepatnya di desa Tugu Kecamatan Mantup. Sejauh ini, Disparbud pada awal dibukanya wisata tersebut lewat Tim yang ada sudah turun ke lapangan untuk melakukan surve kurang lebih dua tahunan.

Lebih lanjut menurutnya, waktu itu pihak Disparbud sendiri sudah memberikan arahan agar secepatnya mengurus perijinan atas wisata yang telah dikelola tersebut dan sampai sejauh ini oleh pihak pemilik tidak di indahkan atau perijinan belum diurus sampai sekarang. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan komunikasi dengan memanggil pemiliknya kalau perlu melalui surat undangan resmi ke Dinas” Ujarnya.

Soal Retribusi masuk, Ismunawan menjelaskan”, pengunjung masuk ke Wisata Gunung Mas tidak dimintai Retribusi (Tiket masuk) Namun, hanya di mintai untuk uang parkir saja. Soal perijinan kalau memang wisata tersebut sejauh ini tidak dimintai tiket masuk dan pemiliknya menggratiskan yang di sosial kan kepada masyarakat, apa ndk boleh dan untuk saat ini kami kan tidak bisa melarangnya”, pungkasnya (Pul/Ian/Pur).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY