Mantan Granat Bengkalis Sesal Pernyataan Ketua Dewan Narkoba Disebabkan Masalah Ekonomi, Ini...

Mantan Granat Bengkalis Sesal Pernyataan Ketua Dewan Narkoba Disebabkan Masalah Ekonomi, Ini Penjelasannya

137 views
0
SHARE

Kabarone.com,Bengkalis – Narkoba menjadi salah satu kasus terbesar yang mana hampir setiap Negara di dunia mengalami permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh narkoba. Dalam hal ini penyalahgunaan narkoba memberikan ancaman dan dampak yang merugikan bagi kelangsungan para generasi penerus bangsa. 

Selain itu, isu penyalahgunaan narkoba termasuk kedalam golongan kejahatan transnasional dan juga merupakan isu extra ordinary crime. Hal ini dikarenakan oknum-oknum dan orginisasi ataupun jaringan-jaringan yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba tidak hanya satu dan juga melintasi batas Negara. Jaringan-jaringan ataupun oknum-oknum yang terlibat dalam isu penyalahgunaan narkoba berasal dari berbagai Negara dan juga tersebar di seluruh belahan dunia.

Isu penyalahgunaan narkoba dan kasus-kasus terkait narkoba juga terjadi di Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia juga menginformasikan kepada masyarakat bahwasanya Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Di dalam masyarakatnya pun terdapat beberapa anggapan bahwasanya penggunaan narkoba adalah hal yang umum dan wajar. Penggunaan narkoba tidak hanya dikalangan golongan menengah atas dan juga orang yang tergolong dewasa, melainkan juga para pelajar baik dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi. Selain itu pengguna narkoba juga berasal dari golongan menengah bawah. Dengan demikian penggunaan narkoba ini pun juga mempengaruhi peningkatan kasus kriminalitas di Indonesia.

Para pekerja yang tersangkut kasus narkoba bermacam-macam pemicunya. Seperti pelarian dari masalah, gaya hidup, mencari penghasilan tambahan secara instant dan sekadar ingin coba-coba. Kondisi pekerjaan yang mereka anggap jenuh bisa saja pelariannya adalah narkoba. Saat kondisi mereka sedang labil, didatangi teman atau pihak yang tak bertanggung jawab yang memberi narkoba, suatu kondisi yang empuk bagi pengedar. Pada awalnya dikasih gratis dan diskon tetapi seterusnya harus membeli. Sampai terjadinya kecanduan. Jika para pekerja di berbagai sektor sudah kecanduan narkotika dan obat-obat terlarang, bukan hal yang tidak mungkin, produktivitas mereka akan terganggu. Sehingga pekerjaannya akan terhambat.

Apa saja yang dapat memengaruhi penurunan produktivitas para pekerja tersebut? Pertama, untuk kalangan mahasiswa yang merupakan calon sumber daya manusia sudah rusak duluan karena pengaruh narkoba. Sehingga berkurang regenerasi untuk meneruskan apa yang harus dikaryakan para mahasiswa jika sudah lulus nanti dalam segala sektor.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dampaknya sangat melebar pada kerugian masyarakat yang menjadi korbannya, tak hanya dalam mengganggu kesehatan, tapi merambah pada kerugian ekonomi juga. Terbukti karena akibat pengaruh narkoba membuat orang menjadi malas, temperamen, tidak berpikir logis dan cenderung melakukan tindakan yang tidak sepatutnya.

Jadi terkait narkoba bukanlah disebabkan oleh susahnya masyarakat mencari lapangan pekerjaan karena himpitan ekonomi, melainkan ulah kelompok kejahatan tertentu secara teroganisir memanfaatkan pelaku jejahatan untuk memasukan barang terlarang karena disebabkan gaya hidup masyarakat kita dan lemah sistem hukum di negara ini. 

Hal ini dibenarkan Rahman Siregar mantan pengurus  Gerakan Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Bengkalis Tahun 2010 – 2007 kepada kabarone.com di Bengkalis,Senin (26/8/2019) pagi. 

“Sangat disesalkan dan disayangkan pernyataan Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir kepada beberapa media online yang terlalu tendensius menyebut kejahatan Narkoba di Bengkalis disebabkan ekonomi karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan, ” ungkap Rahman. 

Kesulitan ekonomi tidak harus jadi pemicu bagi pengedar narkoba,sepertinya tidak relevan statement seperti ini, seolah hal ini menghalalkan segala cara walau harus melanggar hukum.Sebagai wakil rakyat juga harus berfikir tentang rakyatnya dan bukan mengkambinghitamkan masalah ekonomi untuk jadi kriminal.Dan pengedar 99 % adalah pengguna narkotika,terbukti dari hasil pengedar yang sudah jadi narapidana dan pantauan  granat Kab.Bengkalis periode 2007 hinggga 2010.hingga saat ini modusnya sama,kuantitasnya yang berbeda,”pungkasnya.***(ys/kbri) 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY