Melalui Kegiatan KB Kesehatan, Kita Wujudkan Sinergitas

Melalui Kegiatan KB Kesehatan, Kita Wujudkan Sinergitas

85 views
0
SHARE

LAMONGAN,kabarone.com – Kegiatan Penyuluhan dan Pelayanan program KB Kesehatan semester II tahun 2019 di Wilayah Kodim 0812/Lamongan, tepatnya di Poskes 05.10.08 Lamongan Jl. Lamongrejo No.132 Lamongan yang di ikuti 135 orang. Kamis, (31/10). Pada saat acara dimulai peserta terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dengan tema ” Melalui Kegiatan KB Kesehatan, kita wujudkan sinergitas antara TNI, pemerintah dan BKKBN (Badan kordinasi Keluarga Berencana Nasional) dalam usaha meningkatkan keikutsertaan masyarakat guna membentuk keluarga yang berkualitas, sehat dan sejahtera “.

Sementara, Komandan Kodim 0812 Lamongan yang disampaikan oleh Lettu Inf. Sobar Atnanto Pasiter Kodim 0812/Lamongan, ” Ucapan terima kasih kepada tim dari PPKB dan ibu-ibu Persit yang telah hadir dalam kegiatan program KB kesehatan yang dilaksanakan Kodim 0812/Lamongan.

Lebih lanjut disampaikanya pula, ” Mohon maaf hari ini Dandim dan Kasdim 0812/Lamongan tidak dapat hadir karena ada kegiatan lain.

Dalam acara kegiatan ini, kami mengharapkan khususnya bagi Ibu-ibu, tolong diperhatikan. Juga nantinya setelah kegiatan ini selesai, harus bisa memahami, apa makna dan manfaat penyuluhan dari Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) kali ini”, Lettu Inf. Sobar Atnanto Pasiter Kodim 0812/Lamongan dengan penuh harapan.

Sutikno, selaku Kabid Pelayanan PPKB Lamongan saat melakukan Penyuluhan tentang KB, ia menyampaikan, ” Di Kabupaten Lamongan, yang telah mengikuti program Keluarga berencana (KB ) sebesar 79,80 %.

MKJP (Metoda kontrasepsi jangka panjang) adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang digunakan untuk mengatur kehamilan dan kesuburan dalam jangka waktu yang lama. ” Dalam memakai alat kontrasepsi harus sesuai dengan kebutuhan, misalnya kalau mau menunda anak bisa memakai Pil, Kondom atau Inflan, kalau sudah tidak mau punya anak lagi bisa berganti dengan MOW atau MOB.

Lebih lanjut dikatakan, ” Adapun fungsi NKJP adalah bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama sampai 10 tahun, mengurangi kegagalan dalam kontrasepsi, mengurangi resiko Drop Out.

” IUD merupakan alat kontrasepsi di pasang dalam rahim, manfaatnya:

1) keuntungan IUD setelah dipasang bisa langsung dipakai, dapat/bisa dipasang setelah pasca melahirkan atau keguguran, tidak mempengaruhi kandungan Asi, ekonomis biaya murah dan bisa dipakai selama 10 tahun.

2) Kelemahan efek samping IUD perubahan siklus Haid lebih lama dan banyak, mengakibatkan kram dan mules di perut, tidak bisa mencegah infeksi saluran reproduksi.

Selain itu juga, Inflan merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di atas daging dibawah kulit, manfaatnya: Keuntungan Inflan mencegah kehamilan sampai dengan 99.9%, tidak mempengaruhi hubungan seksual, tidak perlu pemeriksaan organ produksi, mengurangi haid dan darah, kelemahan Efek samping Inflan mempengaruhi berat badan, Haid tudak teratur, tidak bisa mencegah infeksi saluran reproduksi.

MOW (Tubertomi/sterilisasi) adalah pengikatan dan pemotongan alat reproduksi. Keuntungan sangat efektif resiko kegagalan 0 s.d 05, tidak mempengaruhi Asi dan berat badan, siklus haid normal, tidak mempengaruhi seksual dan kelemahan harus ada konseling saat akan di operasi, tidak nyaman pasca operasi, pemasangan alat ini harus ditangani oleh dokter spesialis.

Kemudian, MOB adalah pengikatan dan pemotongan alat reproduksi. Keuntungan dilakukan hanya sekali seumur hidup, aman dan mudah, tudak mempengaruhi kemampuan seksual pria. Kelemahan resiko kegagalan lebih besar 10 dibanding 3, setelah menggunakan mob selama tiga bulan saat melakukan hubungan harus memakai kondom.

Kami menghimbau, dimohon ibu-ibu segera beralih dari KB Pil ke NKJP karena lebih aman dan jangka waktu panjang. ” Mohon kepada ibu-ibu tolong yang telah saya sampaikan ini, agar di sampaikan juga kepada para tetangga.

Selain itu, Penyuluhan dan Pelayanan program KB Kesehatan ini merupakan program semester II tahun 2019 yang dilaksanakan Kodim 0812/Lamongan, guna memberikan pembekalan tentang pengertian dan perlunya penerapan serta pelaksanaan program keluarga berencana. Lanjutnya, adapun dari masyarakat yang memasang KB jenis Inflan sebanyak 10 orang”, pungkasnya, (Pul/As).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY