Heboh: Penemuan Perahu Diduga Peninggalan Perang Dunia I, Diserahkan Ke Pemkab. Lamongan

Heboh: Penemuan Perahu Diduga Peninggalan Perang Dunia I, Diserahkan Ke Pemkab. Lamongan

47 views
0
SHARE

LAMONGAN, kabarone.com – Penemuan 3 (tiga) perahu baja di dasar sungai bengawan solo, tepatnya desa Mertani kecamatan Karanggeneng Lamongan yang aru-baru ini sempat menghebohkan warga sekitar. Satu dari tiga perahu baja tersebut telah berhasil diangkat kemudian hari ini, (7/11/2019) sore, diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan Jawa Timur.

Pada kesempatan ini Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, “Soal pengamanan dan perawatannya seperti apa, nanti kita menunggu petunjuk dari pihak Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Lebih lanjut, ” Pihak Pemerintah Kabupaten Lamongan juga memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan merawat perahu baja yang ditemukan di dasar Bengawan Solo tersebut, sebagai aset budaya di Kabupaten Lamongan”, terang Bupati Fadeli.

” Melalui Bupati Lamongan Fadeli, di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan. Dijelaskan, perahu tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Fitra Arda.” Untuk memastikan nilai sejarahnya, proses penelitian terhadap perahu yang diduga peninggalan Perang Dunia I (satu) itu akan terus berlanjut. Meskipun sudah diserah terimakan kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamongan”, terangnya.

” Perahu yang diduga peninggalan Perang Dunia I (satu) setelah kita serahkan, tentunya nanti pihak dari kabupaten selanjutnya akan melakukan pendaftaran (registrasi) nasional. Kemudian setelah didaftarkan nanti akan dilakukan tahapan verifikasi lebih lanjut kemudian baru bisa ditetapkan sebagai cagar budaya.

Selain itu, hal pertama yang dilakukan adalah perawatan terhadap perahu tersebut, agar bisa bertahan lebih lama sebelum melangkah ketahap melakukan pendaftaran (registrasi) nasional. Sebelum dilakukannya proses penelitian, Fitra juga menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mendaftarkan perahu tersebut sebagai cagar budaya”, ujar Fitra Arda.

Oleh karenanya, dan sebelumnya perahu tersebut berada ditempat lumpur dan saat ini berada di darat, dimungkinkan berbeda suhunya. ” Akan hancur hanya kurun waktu setahun. Hal ini yang perlu kita lebih teliti untuk lebih mencermati. Disamping melestarikan, yang lebih utama sebenarnya adalah kita lindungi kapal ini. Tentunya sambil jalan dilakukan perawatan

Dan selanjutnya kita mendatangkan time dari Balai Konservasi Borobudur yang memang ahli di bidang tersebut. Tentu adalah apa cerita dibalik kapal ini. Untuk mengungkap itu perlu dilakukan penelitian.

” Selain itu, untuk mengetahui nilai sejarah, rencana penelitian yang akan dilakukan juga sekaligus untuk mengungkap bagaimana cerita di balik penemuan perahu tersebut. Kalau ini dari masa Perang Dunia I (satu), kita semua bisa melihat bagaimana peran sungai Bengawan Solo waktu itu, begitu juga dengan Lamongan. Ini yang harus kita tindaklanjuti ke depannya, (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY