Semarang Deteksi Tempat Gelap, Pasang Sipenjalu Online

Semarang Deteksi Tempat Gelap, Pasang Sipenjalu Online

43 views
0
SHARE

SEMARANG,kabarone.com – Pemerintah kota Semarang melalui Kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi tengah fokus untuk bisa meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakatnya.

Memahami jika tempat gelap memiliki potensi kejahatan yang tinggi, selain pemasangan 10 ribu kamera CCTV di seluruh wilayah di Kota Semarang, kini Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu membuat sistem penerangan jalan umum (Sipenjalu) melalui online.

Dengan sistem itu, Pemerintah Kota Semarang lebih mudah memetakan penerangan jalan umum. Tak hanya itu, sistem yang dibangun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang ini dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan permohonan penerangan jalan umum di wilayahnya masing-masing secara online.

Hendi menyebutkan dengan adanya sistem penerangan jalan umun yang diaplikasikan oleh Pemerintah Kota Semarang saat ini, jajarannya dapat lebih mudah mendata lampu yang terpasang.

“Terkait penerangan jalan umum, data menjadi sebuah hal yang penting untuk bisa disajikan dalam mengambil kebijakan. Sudah cukup belum? Daerah mana yang perlu ditambah? Kekuatan lampunya sudah sesuai dengan kondisi jalan belum? Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan data,” kata Hendi, kepada awak media, baru baru ini.

Hendi juga menegaskan jika dalam upaya penerangan wilayah tidak dapat hanya sebatas jalan protokol saja, tetapi harus sampai ke wilayah kampung. Karenanya, pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat dalam pendataan.“Walaupun saat ini jika ada laporan kerusakan dari masyarakat langsung, akan secepat mungkin dibenahi. Tapi saya ingin ada sebuah sistem otomatis yang secara menyeluruh langsung bisa mendeteksi kondisi lampu penerangan yang ada,” tambahnya.

Jadi selain menampilkan sistem informasi geogragfis penerangan jalan umum di Kota Semarang, masyarakat bisa juga langsung mengakses website sigpju.semarangkota. go.id. Masyarakat bisa menginfokan daerah yang masih butuh penerangan.

“Maka harapan saya komitmen untuk menekankan kerawanan wilayah dengan melakukan penerangan ini bisa disambut baik. Masyarakat bisa proaktif memberikan informasi kepada kami melalui sistem tersebut,” tandas Hendi.

Sesuai dengan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang saat ini pada wilayah tersebut terdapat 63 ribu lampu penerangan jalan umum. Dari jumlah tersebut, 5 persen atau sekitar 3.150 lampu merupakan smart lighting.

Dengan teknologi yang terhubung dengan sistem informasi penerangan jalan umum itu, tidak hanya melakukan pemantauan kondisi. Pemerintah Kota Semarang juga dapat menerangkan dan meredupkan lampu dari sebuah ruang kontrol.

Adanya teknologi tersebut memudahkan Pemerintah Kota Semarang dalam melakukan efisiensi energi lampu yang digunakan. (Amr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY