Kepastian Alokasi Pupuk Bersubsidi Lamongan

Kepastian Alokasi Pupuk Bersubsidi Lamongan

247 views
0
SHARE

Lamongan,Kabarone.com – Usai Demo ribuan petani tambak se-Lamongan, Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menjanjikan akan mengatasi persoalan pupuk yang dikeluhkan petani tambak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Masalah pupuk subsidi akan segera kami selesaikan. Berkaitannya dengan pupuk, bersubsidi ini tidak ada masalah, jadi untuk jangka pendek, jatah padinya ditarik dulu untuk digunakan dalam waktu singkat,” ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, di Guest House Pemkab Lamongan, Jumat, (7/2/2020).

Pernyataan Kementan merespon upaya yang sudah dilakukan Pemkab Lamongan melalui Dinas Perikanan dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, melobi Kementerian Pertanian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan demo para petani tambak Kabupaten Lamongan yang meminta alokasi tambahan pupuk bersubsidi.
“Kami berkunjung ke sini dengan harapan permasalah bisa teratasi, permasalahan ini akan segera kita tindak lanjuti. Alhamdulillah sekarang sudah solusi, semuanya bisa menerima, sesuai saran dari Ketua KTNA (Totok Rudi Suryanto) dalam jangka waktu 4 hari itu pupuk sudah ada, nanti kita koordinasikan dengan pupuk Indonesia dan Petrokimia,” kata Sarwo Edhy.

petani tambak di Kabupaten Lamongan, sebenarnya juga merupakan petani tanaman pangan. Pada saat musim kemarau, petani tambak di Lamongan lahannya beralih fungsi untuk tanaman padi.

“Di Lamongan bukan hanya ikan, ada padi, karena ini juga untuk menanam padi. berarti berhak mendapatkan pupuk subsidi, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)-nya akan kami siapkan, kami bisa memerintahkan untuk mendapatkan pupuk subsidi. RDKK itu penting untuk mengeluarkan pupuk bersubsidi,” tuturnya.

Menyelesaikan masalah kekurangan pupuk dan pemenuhan kebutuhan pupuk untuk petani tambak ini, merupakan solusi jangka pendek yang harus terselesaikan , dalam waktu dekat ini.
“Kesimpulannya, itu untuk jangka pendek, silahkan pak Bupati (Lamongan Fadeli) dan pak Kadin (Kepala Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan),” tuturnya.

Sementara untuk jangka panjangnya, masih Sarwo Edhy, antar Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) akan saling berkoordinasi.
“Akan ada surat ke Menteri KKP ke Menteri Pertanian, bahwa petani tambak tetap mendapatkan pupuk, dan Menteri Pertanian bisa kirim surat ke Menteri Keuangan, itu jangka panjangnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli, mengatakan, mendapat bocoran dari Ditjen PSP, pupuk bersubsidi sudah bisa didapatkan para petani tambak pada Jumat, (7/2/2020).
“Bahkan ini tadi pak Ditjen bisik-bisik ke saya besok bisa dilaksanakan, orang Petro sudah di sini, yang punya pupuk sudah di sini,” ucap Fadeli.

Atas tuntasnya persoalan itu, Fadeli menyampaikan, kehadiran Ditjen PSP merupakan bentuk respon cepat dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
“Pak Menteri langsung menerjunkan pak Ditjen kesini, dan Alhamdulillah ini dikembalikan ke aturan kemarin. Dan sebetulnya menurut saya gak ada yang salah di tingkat Kementerian,” katanya.
Fadeli menegaskan, di Lamongan tidak perlu dibedakan antara petani tanam dan petani tambak.

“Masalah budidaya masalah pertanian itu sudah jadi satu, di Lamongan ini masalah pertanian dan perikanan jadi satu, kita tidak perlu mengubah peraturan,” ujarnya seusai menggelar dialog bersama Ditjen PSP Sarwo Edhy, dan para petani.(yan/F2/rul/pur)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY