4 Modus Tindakan Pelaku Kejahatan Perbankan.

4 Modus Tindakan Pelaku Kejahatan Perbankan.

55 views
0
SHARE

Gerai Hukum By Arthur Noija,SH.

Jakarta,Kabarone.com-Gerai Hukum Art & Rekan berpendapat bahwa, ada empat modus yang paling banyak dilakukan oleh para pelaku kejahatan finansial dalam menjalankan aksinya. Keempat modus tersebut kiranya dapat menjadi acuan buat institusi baik itu OJK atau lembaga lain untuk melakukan penyidikan sebagai salah satu kewenangan yang dimilikinya selain juga oleh pihak kepolisian.

Modus operandi paling favorit terkait penyimpangan di bidang perbankan, antara lain adalah :
a. kredit fiktif. b.Pengambilalihan kas bank untuk kepentingan pribadi,
c.Penempatan dana yang tidak sesuai.
d.Catatan pengeluaran yang tidak sesuai dengan operasional perbankan yang sebenarnya.

Untuk mengatasi kejahatan perbankan tersebut,sangat dibutuhkan peran OJK tak bisa dilepaskan dari sejarahnya di mana semula peran sebagai regulator dan pengawas perbankan sebelumnya ada di tangan Bank Indonesia (BI).
Regulator dan pengawas pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan juga perusahaan penjaminan menjadi kewenangan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Undang-Undang (UU) No. 21 Tahun 2011melahirkan suatu lembaga yaitu, OJK untuk menghandle kedua peran tersebut.
Ruang lingkup financial crime tidak lepas dari tindak pidana umum, tindak pidana korupsi, tindak pidana sektor jasa keuangan dan juga tindak pidana pencucian uang.

Berdasarkan Pasal 49 UU No. 21 Tahun 21 diatur juga, bahwa selain Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, OJK diberi kewenangan khusus sebagai penyidik bersama dengan Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY