Merayakan HUT RI ke- 75 Dengan Menanam Mangrove, Yogi Swara; Kalau Bakau...

Merayakan HUT RI ke- 75 Dengan Menanam Mangrove, Yogi Swara; Kalau Bakau Hilang Nilai Ekonomi Hilang

476 views
0
SHARE

 

KOTABARU,kabarone.com- Ada banyak cara untuk memperingati momen 17 Agustus, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Komunitas pelestari Hutan Mangrove Bakau Muara Teluk Kelumpang bersama TNI-Polri, BKSDA dan Community Development PT. Arutmin Senakin serta Kepala Desa Geronggang melakukan penanaman ratusan bibit mangrove dari berbagai jenis, seperti bakau muara, bakau pematang, salak- salak, nipah, piyai, paku laut, rambai, dungun rawa (Heritiera littoralis), dan tingi (Bruguiera sexangula) di lokasi hutan Mangrove yang ada di Desa Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru, Senin 17/8/2020.

Pegiat mangrove dari PT. Arutmin Senakin, Yogi Swara Putra Mendra, S.T, yang mendampingi penanaman mangrove mengatakan, keberadaan mangrove penting untuk menjaga pulau-pulau kecil agar tidak terkikis.

hari ini kita sudah melakukan penanaman mangrove bersama komunitas pelastari hutan mangrove Bakau Muara, sebagai generasi penerus bersama-sama semuanya memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian hutan mangrove yang ada di wilayah Kelumpang Tengah, dan penanaman ini dapat dijadikan contoh kepada generasi penerus untuk menjaga kelestarian mangrove, ujarnya.

semoga momen ini dapat di jadikan gebrakan untuk kita semua untuk menjadikan edukasi keseluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan penebangan di areal hutan mangrove dan sama-sama untuk menjaga kelestariannya.

Ibaratkan, kita menjadi pahlawan untuk mempertahankan area kekuasaan Indonesia dari siklus alam. Jangan sampai pulau-pulau kecil lenyap, kata Yogi kepada kabarone.com di saat kegiatan penanaman.

Selain itu mangrove juga bisa dapat menghasilkan berbagai produk kayu dan non kayu, kemudian kawasan ekosistem hutan mangrove tersebut lestari dan dapat dijadikan tempat wisata, kalau bakau hilang nilai ekonomi semua itu hilang, katanya.

Sementara ketua pelestari hutan mangrove Bakau Muara Sarkani mengatakan, kami ingin mengajak teman-teman merayakan dan memaknai 17 Agustus ini dengan cara yang agak berbeda, kembali melihat ke lingkungan sekitar, kata Sarkani.

Sarkani berharap, kegiatan ini dapat membantu menjaga ekosistem di areal mangrove supaya tetap lestari, selain itu pelestarian ekosistem mangrove sangat penting untuk dilakukan karena berdampak positif terhadap lingkungan juga mendatangkan nilai ekonomi yang cukup besar.

Dia menambahkan, poin penting untuk menjaga kelestarian mangrove atau bakau adalah karena mangrove merupakan tempat pembenihan ikan, udang dan kepiting. Sedangkan mangrove also merupakan habitat satwa different seperti burung dan bekantan, tutupnya.(Hrp)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY