Kasus Perkara Pemalsuan Data kakak beradik berlanjut di Persidangan

Kasus Perkara Pemalsuan Data kakak beradik berlanjut di Persidangan

146 views
0
SHARE

JAKARTA – kasus pelaporan pasal 263 pemalsuan data berlanjut di Persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jln.Gajah Mada Gambir Jakarta Pusat,Rabu( 17/2).

Berawal dari pelaporan H Fuadi Nomer LP/1115/V/2019/RJS terkait dugaan pemalsuan data pasal 263.pelopor H. Muhamad Fuadi.dan sekarang dalam proses Persidangan di Pengadilan Negeti Jakarta Utara.

Kronologis kejadian berawal dari laporan H Muhamad Fuadi ke Polres Jakarta Selatan, namun terlihat justru pelaporan tersebut di limpahkan ke Polres Jakarta Utara.

Pelapor ( H. Muhamad Fuadi ) adalah Pengurus dan selaku Pemegang Saham pada Perusahaan yang bernama PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA sesuai Akta Perubahan Perusahaan yang dibuat di Notaris Stephany Maria Lilianti, SH. No. 20 tanggal 7 April 2019, dengan susunan pengurus sebagai berikut, H.Muhammad Fuadi sebagai Komisaris Utama dan sebagai Pemegang 210 lembar saham senilai Rp.210.000.000,- (dua ratus sepuluh juta rupiah).

H. Iran Saepudin sebagai Komisaris dan sebagai Pemegang 12 lembar Saham senilai Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah).

Hj. ST. Emay Humaeroh, SE sebagai Komisaris dan Pemegang 51 lembar Saham senilai Rp.51,000,000,- (lima puluh satu juta rupiah).

Dewi Utami sebagai Komisaris dan Pemegang 12 lembar Saham senilai Rp.12.000.000,- (dua belas juta rupiah).

Erwin Eka Kurniawan sebagai Direktur Utama dan Pemegang 180 lembar Saham senilai Rp.180.000.000,- (seratus delapan puluh juta rupiah)

H.Tadjuddin Ius. SE (klien) sebagai Direktur dan Pemegang 90 lembar saham senilai Rp.90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah).

Robby Sumargo sebagai Direktur dan Pemegang 45 lembar Saham senilai Rp.45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah).

Untuk menunjang perjalanan usahanya, PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA membutuhkan peralatan kerja berupa 20 Unit kendaraan Dump Truck. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut para pengurus dalam hal ini Direktur Utama, Direksi dan Komisaris Utama serta Komisaris PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA sepakat untuk mengajukan pembelian 20 kendaraan Unit Dump Truck dengan cara melalui pengajuan kredit
kepada PT. ASTRA SEDAYA FINANCE, yang beralamat di Jl. TB. Simatupang No.90 Jakarta Selatan.

Semula PT. ASTRA SEDAYA FINANCE belum bisa memenuhi permohonan kredit yang diajukan PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA dikarenakan perusahaan tersebut baru berdiri 1 (satu) tahun dan belum memenuhi unsur kelayakan sebagai pemohon kredit, dan untuk terpenuhinya kelayakan permohonan kredit dapat dikabulkan dengan syarat diperlukan perusahaan penjamin untuk bisa mendapatkan persetujuan kredit 20 unit kendaraan Dump Truck dari PT. ASTRA SEDAYA FINANCE.

Berdasarkan kesepakatan bersama antara para pengurus dan para pemegang saham PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA H.Ius Tadjuddin sebagai Direktur Utama PT. TUBAGUS JAYA MARITIM dan H. Muhammad Fuadi sebagai Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM telah menyetujui untuk menjadikan PT. TUBAGUS JAYA MARITIM sebagai Perusahaan Penjamin untuk menjadikan PT. TUBAGUS JAYA MARITIM sebagai perusahaan penjamin, maka diperlukan kelengkapan persyaratan surat-surat yang harus ditanda tangani oleh Direktur Utama PT. TUBAGUS JAYA MARITIM (Klien Kami) dan Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM yaitu Sdr. H.Muhammad Fuadi, dalam melengkapi administrasi syarat-syarat permohonan kredit, H Isu Tadjuddin dibantu staftnya yang bernama Sdr. H. Nur Kholik untuk berhubungan dengan staft marketing PT. ASTRA SEDAYA FINANCE yang diketahui bernama Sdr. Frans.

Selain syarat-syarat umum pengajuan kredit juga dibutuhkan surat permohonan pengajuan kredit dari PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA yang dalam isi Surat nya harus ditanda tangani oleh Pengurus PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA yaitu H. Muhammad Fuadi, H. Iran Saefudin, ST. Emay Humaeroh. SE. Dewi Utami, Erwin Eka Kurniawan, Robby Sumargo dan H. Tadjuddin Ius, SE

Surat permohonan dari PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA juga diperlukan surat persetujuan dari Perusahaan Penjamin yaitu dari PT. TUBAGUS JAYA MARITIM yang dalam isi suratnya harus ditanda tangani oleh Direktur Utama yaitu Klien Kami dan H.Muhammad Fuadu selaku Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM.

PT. ASTRA SEDAYA FINANCE melalui staft marketing yang bernama Sdr. Frans yang kemudian bersama-sama dengan Sdr. H. Nur Kholik mendatangi Klien kami untuk meminta tanda tangan H. Tadjuddin Ius. SE.

Sdr. H. Nur Kholik (ditetapkan tersangka), karena banyaknya berkas yang harus di tanda-tangani oleh Tadjuddin Ius .SE selaku Direktur Utama PT. TUBAGUS JAYA MARITIM sebagai perusahaan penjamin, maka Sdr. Frans menunjukkan kepada H.Ius Tadjuddin lembar demi lembar untuk posisi atau tempat/kolom yang harus di tanda-tangani oleh H Ius Tadjuddin sesuai dengan jabatannya.

Setelah semua berkas sudah lengkap di tanda-tangani oleh H Ius Tadjuddin berkas tersebut di serahkan oleh Sdr. H. Nur Kholik untuk dimintakan tanda tangan kepada Sdr. Muhammad Fuadi selaku Komisaris PT. TUBAGUS JAYA MARITIM, dan oleh karena ada berkas yang harus ditanda tangani oleh Sdri. ST. Emay Humaeroh , SE sebagai Komisaris dan juga sekaligus sebagai istri dari Sdr. H.Muhammad Fuadi maka draf tersebut oleh Sdr. H. Muhammad Fuadi di bawa pulang ke rumah untuk di mintakan tanda tangan oleh Sdri. ST. Emay Humaeroh, SE. yang kemudian ke esokan harinya berkas tersebut diserahkan kembali oleh Sdr. H Muhammad Fuadi kepada Sdr. H. Nur Kholik dan selanjutnya berkas yang sudah ditanda-tangani tersebut diserahkan oleh Sdr. H. Nur Kholik kepada Sdr. Frans.

Kredit pengadaan kendaraan 20 unit Dump Truck disetujui oleh PT. ASTRA SEDAYA FINANCE, kemudian dibuatkan surat kontrak kredit yang harus ditandatangani pihak PT. TUBAGUS JAYA MARITIM dengan ketentuan yang akan melakukan pembayaran angsuran kredit adalah Pihak PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA hingga sampai dengan saat ini hal ini dibuktikan dengan bukti kwitansi pembayaran angsuran kredit dari 20 Unit Dump Truck yang di bayarkan oleh PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA.

Surat Kontrak kredit di setujui oleh PT. ASTRA SEDAYA FINANCE, kemudian sebanyak 20 unit kendaraan Dump Truck telah dikirim dari Dealer Sunter, Jakarta Utara ke lokasi kerja PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA di Lampung dan nama yang tertera dalam Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) terbit atas nama PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA lewat Pelapor yaitu H. Muhammad Fuadi bersama Sdr. Iran Saepudin berkunjung ke lokasi kerja PT. KESARA MAHADANA AKSHAYA di Lampung untuk melihat dan menyaksikan keberadaan 20 unit kendaraan Dump Truck tersebut.

Dalam proses persidangan yang sudah berjalan selama enam kali ,sidang antara lain menghadirkan para saksi dari kedua belah pihak.

Ketika di konfirmasi pengacara H Fuadi di sela sela selesai sidang Darus Dominikus,SH mengatakan,”ini jelas pemalsuan data  pasal 263.uji lab dari aparat penegak hukum di buktikan jelas ini ada tanda tangan palsu serta ada kerugian .semestinya Dirut dan lainya ada pemberitahuan ke komisaris.ada kerugian data dari ACC ,nanti kita tunggu hasil sidang selanjutnya “.Ungkapnya.

Namun di lain pihak kuasa hukum terdakwa H Ius Tadjuddin yakni Dr. Halim ,SH.MHC.L.A dan rekan ketika dikonfirmasi awak media Kabarone.com mengatakan,”ini permasalahan kakak adik yang semestinya sebagai pengacara melakukan pendekatan Non litigasi. sebangai pengacara sebelum pelaporan ke polisi ada upaya mediasi.dan pada saat sidang para saksi yang di hadirkan sering berkata tidak tahu .ini tidak ada kerugian, jelas pasti tahu dong sebagai komisaris ada mobil datang dan sudah di gunakan azas manfaat itu mobil kenapa dia bilang tidak tahu ,”ungkap Dr.Halim SH.MH. C.L.A

“Majelis hakim di buat bingung oleh Pengacara H Fuadi.bila ada kerugian kok baru beberapa tahun melaporkan ini kan menjadi tanda tanya,”ungkapnya (****red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY