Dana Investasi Iming Imingi Profit Dua Persen Alex Wijaya dan Anaknya Diduga...

Dana Investasi Iming Imingi Profit Dua Persen Alex Wijaya dan Anaknya Diduga Tipu Teman Gereja

289 views
0
SHARE

Jakarta KabarOne.com,-Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan penggelapan melibatkan terdakwa Alex Wijaya dan Ng Meilani di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, memeriksa empat saksi. 
Ke empat saksi tersebut yakni, dua saksi Notaris Nanik Mutiara Wijaya (Notaris), Endang Husniati (Staf Notaris Diah Ambarwati) dan dua saksi mantan karyawan perusahaan terdakwa PT. Innopack (Innovative Plastic Packaging) Lanny Noto Margono dan Samsu Widodo. Sementara dalam persidangan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Sitorus dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, juga telah menghadirkan saksi korban Netty Malini dan kuasa melapor saksi Christin dan Budianto Salim, bagian umum di perusahaan korban. 
Sidang yang digelar secara Virtual pimpin majelis hakim Tumpanuli Marbun, didampingi hakim anggota Rudi F Abbas dan Tiaris Sirait, tersebut terungkap keterangan saksi Notaris, tidak pernah membuat Akta perubahan draf Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan milik terdakwa PT. Innopack sebagaimana yang disebutkan dalam BAP. Saksi Notaris membantah menerbitkan RUPS LB tersebut. Dengan tegas saksi kepada majelis hakim mengatakan “tidak pernah membuat draft RUPS-LB, siapapun boleh membuat draft RUPS-LB akan tetapi menerbitkan hasil RUPS-LB harus Notaris,” ucap saksi Nanik Mutiara Wijaya dan Endang Husniati dalam persidangan 26/7/2021.
Terkait draf RUPSLB Innopack dalam perkara yang melibatkan Alex Wijaya tersebut, karena draf tersebut lah yang membuat korban Netty Malini tertarik berinvestasi sebanyak 22 miliar rupiah dengan penyetoran bertahap, dengan iming iming bagi hasil 2 persen. Dalam draft RUPS-LB PT. Innopack tersebut, korban Netty Malini diposisikan sebagai salah satu komisaris, akan tetapi tidak ada tertuang dalam AD ART perusahaan terdakwa. 
Sementara, menjawab pertanyaan majelis hakim terkait asal usul uang yang masuk ke rekening perusahaan terdakwa, dua saksi mantan karyawan PT Innovative Plastic Packaging (Innopack) Lenny Noto Margono dan Samsu Widodo, sebagai staf keuangan, mengaku tidak mengetahui asal usul uang yang masuk ke perusahaan. Sebagai staf hanya melakukan pembukuan sesuai instruksi atasan bagian keuangan bernama Vonny. Menurut saksi sesuai pemberitahuan atasan mengatakan jika ada uang masuk itu dari Alex Wijaya. “Saya tidak mengetahui dari siapa uang yang masuk ke perusahaan,tapi pihaknya hanya membukukan dan memindahkan uang rekening Bank BCA ke Bank May Bank untuk keperluan perusahaan”, ungkap saksi.
Demikian juga keterangan saksi Samsu Widodo staf keuangan PT. Innopack mengatakan, pihaknya hanya disuruh Lenny mengantar uang ke Bank untuk pembayaran utang yang telah jatuh tempo dengan setoran tunai, namun saksi tidak mengetahui asal usul uang perusahaan tersebut. Menanggapi keterangan dari ke empat saksi, terdakwa Alex Wijaya dan Ng Meilani, membenarkan kesaksian tersebut
Sementara saksi korban Netty Malini pada persidangan sebelumnya di hadapan majelis hakim dan JPU mengatakan, dirinya bersama stafnya Budianto Salim melakukan pertemuan pertemuan pertama dengan terdakwa Alex Wijaya dan Meilani di Senayan City sekitar tahun 2013. Terdakwa Alex Wijaya memperkenalkan anaknya Ng Meilani sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Innopack, dan Alex Wijaya sebagai Komisaris dan mengaku dari BAIS. Korban Netty Malini ditawarkan investasi di PT. Innopack dengan profit dua persen per bulan. Lalu pertama korban ber investasi 10 miliar rupiah. Alek mengatakan PT. Innopack bonafid. Dan Alex Wijaya juga mengatakan mengenal banyak petinggi negara. Jadi dia bilang jangan menghubungi melalui telp dan WA, karena nomornya disadap, kalau ada perlu langsung ketemu. Namun apa yang dijanjikan terdakwa hingga ditagih tagih tapi tidak ditepati, sehingga dilaporkan ke pihak Kepolisian. 
Keterangan korban juga dibenarkan saksi Budianto Salim yang pernah dua kali mendampingi korban dalam pertemuan dengan Alex Wijaya dan Ng Meilani. dimana pertama di Senayan City sekitar tahun 2013 dan kedua pada bulan Februari tahun 2014 di Emporium, Penjaringan Jakarta Utara. “saya melihat pertemuan tersebut”, kata saksi di hadapan majelis hakim.
Netty Malini menceritakan pertemuannya dengan terdakwa Alex Wijaya adalah di Gereja wilayah Jakarta Utara. Alex Wijaya dikenal yang banyak membantu kegiatan di Gereja dan dipandang berpengaruh. Namun apa yang dilakukan di Gereja tidak sesuai dengan kenyataannya kelakuan diluaran. Malini mengatakan, kemungkinan masih banyak orang yang menjadi korban seperti saya,” ucap Malini usai persidangan. Menyikapi kasus yang menimpa dirinya, Netty Malini menyerahkan semua proses hukum yang telah merugikan dirinya itu kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.  
Penulis : P. Sianturi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY