Marimas , DLH Kota Semarang dan Proklim Purwokeling Bekerjasama Bangun Taman Ecobrick

Marimas , DLH Kota Semarang dan Proklim Purwokeling Bekerjasama Bangun Taman Ecobrick

128 views
0
SHARE

SEMARANG,kabarone.com- Sampah plastik yang selama ini identik mencemarkan kondisi lingkungan, ternyata keberadaannya berbalik menjadi bahan olahan sebuah kreasi nan bernilai.

Salah satu pemanfaatanya, nampak seperti dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang bersama PT Marimas Putera Kencana dan Proklim Purwokeling.

Dengan memanfaatkan sampah plastik, mereka membuat ecobrick dan menyulap halaman samping Kantor DLH menjadi taman edukasi lingkungan, yang bernama Taman Ecobrick.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menjelaskan, pembangunan Taman Ecobrick ini sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang dalam mengendalikan sampah plastik.

“Ini salah satu cara mengendalikan yang sudah menjadi sampah agar tidak terbuang secara bebas, dengan pembuatan ecobrick yang diinisiasi oleh Marimas. Maka kita aplikasikan dan manfaatkan,” kata Sapto, Sabtu (9/10/2021).

Taman Ecobrick tersebut akan memanfaatkan 20.000 botol ecobrick yang dibuat oleh komunitas pecinta lingkungan dan masyarakat Kota Semarang.

“Kita coba aplikasikan sesuai namanya. Ecobrick berasal dari kata eco yang berarti ramah lingkungan, dan brick berarti bata, maka kita manfaatkan untuk bangunan luar ruang. Jadi Taman Ecobrick ini bentuk nyata ecobrick yang digunakan sebagai pengganti batu bata dan menjadi sebuah bangunan,” jelasnya.

Humas PT Marimas, Putera Kencana Lantip Waspodo menyebutkan, bahwa Taman Ecobrick ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan Marimas.

“Marimas mulai mengenalkan membuat ecobrick kepada masyarakat Semarang tahun 2017. Saat ini kita berbangga bahwa Kota Semarang dapat memanfaatkan sampah plastik tidak terpakai menjadi ecobrick yang kemudian jadi sebuah taman,” ujarnya.

Eko Gustini Wardani Pramukawati dari perwakilan Proklim Purwokeling yang menggawangi pembuatan ecobrick menyampaikan bahwa bangunan ecobrick menggunakan bahan dari lingkungan.

“Ecobrick yang digunakan untuk luar ruang perlu dilapisi tanah liat, karena jika plastik terkena sinar matahari dapat mengeluarkan dioksin atau racun. Maka harus dilapisi tanah liat terlebih dahulu. Lapisan tanah liat ini terdiri dari campuran lempung, kotoran kerbau dan jerami,” urainya.

Taman yang ada di lingkungan Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Jalan Tapak Raya, Tugurejo ini ditargetkan akan selesai akhir November 2021.

Pembuatan bangunan ecobrick sesi kali ini melibatkan komunitas di Kota Semarang antara lain Komunitas Ecobrick Marimas, Proklim Purwokeling BPI, Bank Sampah Kota Semarang, Saka Kalpataru dan tim KKN RDR Angkatan 77 Kelompok 43 UIN Walisongo Semarang. (Amr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY