Makam Mantan Kepala Jaksa Agung Pertama Bertahun Tahun Tidak Terawat di TPU...

Makam Mantan Kepala Jaksa Agung Pertama Bertahun Tahun Tidak Terawat di TPU Menteng Pulo Langsung Dipindahka Ke Pemakaman Adhyaksa Cibinong

45 views
0
SHARE

Jakarta Kabarone.com,-Kejaksaan Republik Indonesia bersama pengurus pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) melaksanakan upacara pemindahan makam mantan kepala Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr.R.Gatot Taroenamihardja dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet Jakarta Selatan, menuju Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong Kabupaten Bogor.

Upacara pemindahan dipimpin Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi SH M Hum, selaku Ketua Umum PJI, didampingi Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr.Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Feri Wibisono, Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr.Amir Yanto, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer Laksamana Muda Anwar Saidi, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Tony Spontana, selaku Pembina PJI, beserta pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung serta keluarga ahli waris mantan Jaksa Agung tersebut. Acara diikuti para pegawai Kejaksaan melalui live streaming youtube Kejaksaan RI.

Pemindahan Makam Jaksa Agung tersebut diawali dengan prosesi penggalian makam di TPU Menteng Pulo Jakarta yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nurcahyo Jungkung Madyo. Setelah penggalian jenazah Mr.R.Gatot Taroenamihardja, dimasukkan ke peti jenazah selanjutnya dengan menggunakan mobil jenazah diantar ke pemakaman Adhyaksa di Cibinong Kabupaten Bogor.

Sekitar jam 09:00 WIB, mobil jenazah mantan Jaksa Agung tiba di Taman Makam Pusara Adhyaksa dan disana dilakukan upacara yang dipimpin Wakil Jaksa Agung RI selaku Inspektur upacara. Penurunan peti jenazah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan meletakkan karangan bunga oleh Wakil Jaksa Agung yang diikuti perwakilan ahli waris keluarga Mr.R.Gatot Taroenamihardja.

Wakil Jaksa Agung RI secara langsung membacakan sambutan dari Jaksa Agung RI Burhanuddin. Jaksa Agung RI secara pribadi maupun atas nama pimpinan Kejaksaan RI, mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pengurus pusat PJI yang telah melaksanakan proses pemindahan makam mantan Jaksa Agung RI yang berlangsung baik dan lancar itu.

“Jaksa Agung berharap melalui kegiatan ini jangan hanya diartikan sebagai sebuah kegiatan simbolis semata, namun kita harus mampu menangkap makna bahwa kita para Adhyaksa penerus supaya menempatkan mantan Jaksa Agung Mr.R.Gatot Taroenamihardja sebagai sosok panutan dan menjadi idola setiap Jaksa. Selain itu kegiatan ini terkandung maksud bahwa para Adhyaksa muda tidak akan pernah melupakan senior dimana disetiap insan Adhyaksa juga memiliki keterikatan bathin satu sama lain” ungkap Jaksa Agung.

Seperti diketahui, Mr.R.Gatot Taroenamihardja merupakan kepala Jaksa Agung RI yang pertama. Almarhum mengemban tugas kepala Jaksa Agung sebanyak 2 (dua) kali yakni, pada 1 Oktober 1945 sampai dengan 24 Oktober 1945 dan pada 1 April 1959 sampai dengan 22 September 1959.

Almarhum kelahiran Sukabumi 24 November 1901 itu, selain Jaksa Agung pernah menjabat sebagai Hakim Ketua di Purwokerto, sebagai Penasihat Hukum, pernah Pejabat Tinggi Kementerian Kehakiman dan Pejabat Departemen Kehakiman. Walau masa tugas beliau sebagai Jaksa Agung relatif singkat, namun beliau bertekad untuk membersihkan negara ini dari korupsi. Semasa hidupnya dikenal sebagai figur yang berani, tegas, berwibawa dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia.

Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan integritas, dedikasi dan pendiriannya dalam menjunjung tinggi supremasi hukum, dimana hal itu terlihat dalam penanganan perkara.

Oleh karena itu, kepada segenap insan Adhyaksa haruslah sudah paham betul apa yang menjadi resiko dan konsekuensi dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan semenjak berikrar untuk menjadi seorang Adhyaksa. Sehingga jangan takut dan jangan ragu dalam menjalankan tugas dalam penegakan hukum.

“Marilah kita tauladani apa yang dicontohkan mantan Jaksa Agung Mr.R.Gatot Taroenamihardja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dimana beliau telah mengemban amanah dan mendedikasikan segenap kemampuan terbaiknya untuk membuat pondasi institusi Kejaksaan dalam melaksanakan penegakan hukum yang baik. Sebuah kontribusi positif yang manfaat besarnya kita rasakan nyata sekarang ini”, ungkap Wakil Jaksa Agung melalui press rilis yang disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Ebenezer Simanjuntak, 25/11/2021.

Untuk diketahui, kronologis terjadinya pemindahan makam mantan Jaksa Agung tersebut berawal pada bulan Januari 2019 lalu. Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi, selaku ketua umum pengurus pusat PJI mendapatkan laporan dari anggota PJI, tentang ada makam mantan Jaksa Agung RI di TPU Menteng Pulo, Menteng Jakarta Selatan tidak terawat.

Kemudian Untung memerintahkan anggota PJI untuk berkoordinasi dengan pihak TPU Menteng Pulo agar dilakukan pengecekan kebenaran informasi dan melakukan penelusuran keberadaan ahli waris almarhum dan silsilahnya sebagai berikut :

Makam yang tidak terawat dimaksud adalah makam Mr.R.Gatot Taroenamihardja mantan Jaksa Agung RI Pertama dan Ke-5. Berdasarkan data yang tercatat pada dokumen di TPU Menteng Pulo, ahli waris mendiang adalah (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata meninggal tahun 2005, alamat di jalan Karang Asem Tengah No.13, RT/RW 07/02, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sementara dari tahun 2005 sampai dengan sekarang makam tersebut tidak dibayarkan biaya retribusi, sehingga makam tidak terawat dan tidak dapat dikenali karena dipenuhi tumbuhan liar.

Mengingat Kejaksaan RI memiliki Taman Makam Pusara Adhyaksa di Pondok Rajeg, Cibinong Kabupaten Bogor, maka ketua umum PP PJI langsung menginisiasi pemindahan makam Mr.R.Gatot Taroenamihardja dengan tujuan agar makam mendiang bisa lebih terawat.

Inisiasi ketua umum PP PJI tersebut dilaksanakan berdasarkan AD/ ART Persatuan Jaksa Indonesia yakni;

Sebagaimana dituangkan dalam pasal 6 huruf c Bab III Tujuan Dan Upaya Anggaran Dasar Persatuan Jaksa Indonesia yang berbunyi “tujuan PJI untuk menjaga, menjunjung tinggi harkat dan martabat Jaksa, mempertebal rasa tanggung jawab dalam melaksanakan dharma bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa dan negara.

Pasal 2 huruf a Bab II Upaya Anggaran Rumah Tangga Persatuan Jaksa Indonesia yang berbunyi “untuk mencapai tujuan PJI menyelenggarakan, memperjuangkan, dan meningkatkan kesejahteraan materiil dan spirituil para anggota”.

Selanjutnya tanggal 11 Januari 2019 atas arahan PP PJI dilakukan kunjungan ke kediaman (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata, dengan tujuan silaturahmi dan memohon izin kepada ahli waris Mr. R. Gatot Taroenamihardja untuk memindahkan makam mendiang. Kunjungan anggota PJI diterima Bapak Pradana Ramadhian Gandasubrata, yang bersangkutan adalah putra dari (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata yang juga merupakan mantan Ketua MA RI ke-8. Mendiang merupakan putra dari Ny. Siti Soe Binjai Taroenamihardja yang tidak lain adalah adik dari Mr.R.Gatot Taroenamihardja, dengan hasil pertemuan, antara lain:

(Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata adalah putra keempat dari 7 (tujuh) bersaudara putra-putri dari Ny.Siti Soe Binjai Taroenamihardja, dan dari ketujuh bersaudara keponakan Mr.R.Gatot Taroenamihardja tersebut yang masih hidup adalah Ny. Wahyudiati T. Salim Gandasubrata (umur 87 tahun) alamat Bona Vista Apartment Tower I.A No.206 Jl.Bona Vista Raya No.10, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

Setelah dilakukan komunikasi dengan ahli waris Mr.R.Gatot Taroenamihardja yang masih hidup yaitu Ny. Wahyudiati T. Salim Gandasubrata, menyatakan tidak keberatan atas rencana pemindahan makam almarhum dan bersedia membuat surat pernyataan secara tertulis diatas materai.

Lalu pada bulan Mei 2019, ketua umum PP PJI melaporkan kepada Jaksa Agung RI perihal rencana pemindahan makam mantan Jaksa Agung tersebut, kemudian dijadwalkan dan dilaksanakan bulan Juli 2019 sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2019. Dikarenakan keadaan tidak memungkinkan berhubung karena masa Pandemi Covid-19, sehingga kegiatan tidak bisa dilaksanakan.

Karena saat ini Pandemi Covid-19 mulai menurun dan kebijakan pemerintah memperbolehkan kegiatan yang melibatkan banyak orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga bulan Oktober 2021 Jaksa Agung ST. Burhanuddin menyetujui pemindahan makam mantan Jaksa Agung tersebut. Sementara dalam pelaksanaan prosesi dan upacara pemindahan makam Jaksa Agung RI pertama Mr.R.Gatot Taroenamihardja dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, kata Kapuspenkum.

Penulis : P. Sianturi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY