Bupati Kotabaru Inisiasi Pertemuan Dengan Pemkot Bontang Untuk Kerjasama Buka Konektifitas ekonomi

Bupati Kotabaru Inisiasi Pertemuan Dengan Pemkot Bontang Untuk Kerjasama Buka Konektifitas ekonomi

47 views
0
SHARE

KOTABARU,kabarone.com- Walaupun kota Bontang sebagai kota industri, Kota Bontang belum bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokoknya khususnya pangan seperti beras, sayur, ayam dan sebagainya, sehingga Bontang sangat memerlukan daerah lain.

Harga bahan barang-barang pun akhirnya sangat fluktuatif tergantung cuaca, Kota Bontang harus memiliki kawasan industri dan pergudangan karena kondisi kedalaman laut yang cukup dalam samgat mendukung untuk pelabuhan laut.

Demikian disampaikan oleh Walikota Bontang, Basri Rase, S.IP. pada acara pertemuan triateral antara Pemkot Bontang, Pemda Kotabaru, dan Pemda Barru, Rabu 12/01/2022 di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan yang diinisiasi Bupati Kotabaru, H.Sayed Jafar, SH tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan Walikota Balikpapan untuk menjalin kerjasama membuka konektifitas ekonomi antara 3 Kabupaten dan 2 kota di 4 provinsi, yaitu Kabupaten Kotabaru, Kalsel, Kota Balikpapan dan Kota Bontang, Kalimantan Timur, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, H.Sayed Jafar mengungkapkan, bahwa kerjasama ini dimaksudkan untuk mengangkat perekonomian masing-masing Daerah melalui adanya koneksi transportasi kapal laut yang cukup besar dengan kapasitas lebih dari 2500 penumpang dan lebih 400 mobil.

Di samping sumber daya alam dan pariwisatanya yang komplit, Kotabaru juga memiliki potensi industri seperti semen, biodiesel dan perkebunan sawit yang luasnya ratusan ribu hektar.

Sementara Bupati Barru, Suarsi Saleh mengatakan, bahwa dengan adanya koneksi antar daerah ini akan membawa dampak ikatan yang luar biasa bagi kemajuan dearah, khusunya Kabupaten Barru yang memiliki potensi unggulan sepertii beras dan sapi, ucapnya dengan singkat.(HRB)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY