FPMI Pinta BP2MI dan Kemenakertrans bongkar Jaringan Penempatan PMI ke Negara Mesir

FPMI Pinta BP2MI dan Kemenakertrans bongkar Jaringan Penempatan PMI ke Negara Mesir

355 views
0
SHARE

Jakarta ,kabarone.com-Terkait pemberitaan media kabarone.com berlanjut pelaporan Forum perlindungan migran Indonesia ke BP2MI dan Kemenakertran meminta agar membongkar jaringan mafia perdagangan manusia.
Hal tersebut diungkapkan salah satu pengurus DPP FPMI Dartim kepada awak media kabarone.com  Jumat,(7/01) mengatakan, “FPMI resmi akan melaporkan PJTKI ke BP2MI dan Kemenakertrans. terkait pelaporan kondisi pekerja migran (PMI) Siti Aisyah mendapatkan penyiksaan di negara Mesir.penempatan PMI dilakukan oleh sindikat perusahaan tenaga kerja ilegal.yang mana pada saat perekrutan diduga dilakukan oleh warga negara Mesir lewat saudara Dedi yang membantu warga negara asing bernama Mr Ali.Dedi warga Gunung Putri Bogor yang membantu segala keperluan WNA tersebut. pada saat perekrutan CPMI dan para perekrut selalu di imingi dengan uang.
Kedua orang tua Siti Aisyah berharap ke pihak berwenang dan berkompeten dapat membantu memulangkan anaknya ke Indonesia.karena saat ini PMI tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga. Informasi terakhir kabar Siti Aisyah mengvbisWA kekakaknya di Indonesia pinjam telephon milik pelajar Indonesia yang bekerja di rumah majikan PMI tersebut. dalam kabar yang dikirim mengabarkan bahwa yang bersangkutan mendapatkan perlakuan tidak baik dan tindak kekerasan oleh majikan nya.PMI tersebut di kurung  dan yang membuat miris  kedua orang tua Aisyah. mereka berharap ke pemerintah Indonesia untuk bisa memulangkan anaknya ke Indonesia.
Hal senada diungkapkan kakak kandung Siti Aisyah berusaha meminta pertanggungjawaban para perekrut terutama kesaudara Dedibwarga Gunung Putri Bogor ,namun oleh pihak perekrut mendapatkan jawaban yang sangat miris.pihak perusahaan oleh Mr Ali bisa  memulangkan PMI asal dengan syarat bisa memberikan dua orang penganti  maka Siti Aisyah bisa balik keindonesia.
Sejak kejadian tersebut Mr Ali susah dihubungi dan selalu tertutup jaringan nya sangat kuat diantara nya di koordinir oleh Dedi.dalam aduan FPMi meminta ke BP2MI dan Kemenakertrans agar segera mengungkap jaringan peredaran trafiking ke negara Mesir agar di kemudian hari tidak ada korban berikutnya dengan iming iming uang,”ujar Dartim (***)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY