Proyek TPI Ketapang Pangkalpinang Senilai Rp 32,9 Milyar Yang Retak, Sudah Mulai...

Proyek TPI Ketapang Pangkalpinang Senilai Rp 32,9 Milyar Yang Retak, Sudah Mulai Diperbaiki

379 views
0
SHARE

Pangkalpinang, Kabar One.com – Sejumlah keretakan yang banyak dijumpai pada sejumlah bagian di Proyek Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Sungai Baturusa di Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Babel, tampaknya sudah mulai diperbaiki oleh sejumlah pekerja.

Salah seorang pekerja yang dijumpai dilokasi pada Selasa,(8/3/2022), mengatakan bahwa pihaknya diperintahkan untuk melakukan sejumlah pekerjaan perbaikan pada proyek ini. “kami mau melakukan perbaikan – perbaikan, seperti menambal keretakan dan pekerjaan lainnya. Perbaikan ini dilakukan, karena masih dalam masa pemeliharaan, “ujar pekerja tersebut.

Sebelumnya, pihak wartawan menjumpai banyak keretakan, seperti pada lantai dan beton dudukan keran air, serta juga salah satu tangga bangunan pelelangan ini. Selain keretakan tersebut, juga ditemui sejumlah besi penggantung untuk rangka alucobon panel (acp) yang tidak dicat.

Sehingga terlihat mulai berkarat, sementara bangunan pelelangan ikan ini, sangat dekat dengan Sungai Baturusa yang airnya payau. Dengan kondisi air payau ini, jelas berpotensi membuat besi cepat korosi, apalagi jaraknya cukup dekat, yaitu cuma berjarak sekitar 5 meter saja.

Temuan lain, juga dijumpai terlihat pasangan acp dibawah atap gedung pelelangan, yang terlihat meliuk tidak lurus. Tentunya sejumlah temuan ini, mengundang tanya, karena proyek ini belumlah sebulan selesai. Sebelumnya memang telah dilakukan masa perpanjangan waktu pengerjaannya selama 50 hari dari batas Bulan Desember 2021. Perpanjangan pekerjaan ini, berakhir pada 22 Februari 2022 lalu.

Demikian pula untuk perapian halaman tanah keliling gedung pelelangan ikan ini, yang terlihat masih kurang dan sepertinya diabaikan. Dimana perkerasan tanah puru (tanah kuning berkerikil), tanpa memakai alat penggiling (stoom), tetapi cuma memakai eksavator mini.

Selain hal diatas, pihak wartawan juga menemukan sejumlah persoalan pada tiang – tiang pada salah satu bangunan rumah toko (ruko) yang diduga tidak sesuai gambar perencanaan atau spek. Memang sebelumnya dan ramai diberitakan sejumlah media, salah satu tiang pada ruko ini terlihat miring.

Yang mana untuk tiang yang terlihat miring sebelumnya ini, memang sudah diperbaiki dan sudah lurus. Tetapi dengan adanya perbaikan ini, malah membuat salah satu tiang disebelahnya terlihat bergeser beberapa cm dari kelurusan antar tiang.

Dan terhadap sejumlah persoalan tersebut, pihak wartawan kemudian coba mendatangi PPK Proyek dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Babel, yaitu Iksan Aprizal yang juga menjabat sebagai Kabid Perikanan Tangkap.

Namun sayangnya, walaupun sudah tiga kali coba didatangi dalam beberapa hari, Iksan sedang tidak ada dikantor. Terakhir hari ini (8/3), kembali diupayakan untuk konpirmasi. Tetapi juga tidak berhasil ditemui. Menurut salah seorang staf kantor, Iksan sedang dinas luar. “pak Iksan sedang dinas luar (pml) ke Kabupaten Bangka Barat, “ujar staf wanita tersebut.

Tentunya pihak wartawan berusaha menemui pihak ppk dikantornya ini untuk keberimbangan pemberitaan. Karena nomor kontak WA yang sebelumnya dimiliki, ternyata sudah jarang diaktifkan. Untuk diketahui, proyek ini dikerjakan oleh Kontraktor PT Biotek Graha Duta dengan nilai Rp 32,9 milyar dari APBD Propinsi Babel Tahun 2021 ( PT SMI). Dan diawasi oleh konsultan PT Reka Pratama Consultans. (Suhardi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY