MELAWAN NALAR SESAT PARA OLIGARKI

MELAWAN NALAR SESAT PARA OLIGARKI

704 views
0
SHARE

Oleh; Qomaruddin Kabiro PDT Departemen V DPP PD

Jakarta,Kabarone.com-Untuk melawan sesat pikir oligarki yg begitu masif, setiap inividu harus memiliki nalar kiritis yang kuat, nalar kritis merupakan instrumen untuk menangkal kebodohan publik yang di propagandakan oleh kepentingan oligarki demi suksesnya kegiatan korporasi yang dimiliki. Dalam pandangan Paulo Freire nalar kritis tidak cukup untuk menolak nalar sesat yang dibangun penguasa, kesesatan nalar publik harus dilawan dengan kesadaran kritis secara bersama-sama. Lebih lanjut upaya bersama untuk melakukan perlawanan terhadap cacat logika atau kesesatan pikir publik yang masif, Ivan Illich dalam bukunya menyarankan agar ada perayaan kesadaran untuk melawan kesesatan-kesesatan pikir yang dipropagandakan oleh buzzer dan media, kesesatan pikir ini diproyeksikan demi interes politik dan suksesnya korporasi.

Nalar sesat ini muncul karena di pengaruhi oleh propaganda para buzzer dan media atas intruksi oligarki untuk kebijakan yang berorentasi pada kepentinganya, oligarki ini tumbuh atas kesepakatan diantara mereka untuk melangengkan kekuasaanya demi korporasi yang dimilikinya. kita Sebagai manusia yang Merdeka harus menumbuhkan nalar kritis kita, agar kita tidak terjebak oleh stigma dan propaganda oligarki dengan memainkan sekenarionya untuk mengorganisir berbagai komponen masyarakat dan media sebagai instrume dalam memberi legitimasi atau afirmasi kebijakan yang telah maupun akan ditetapkan.

Berbagai peristiwa fallacy atau sesat pikir kini muncul secara terang-terangan dipublik. Hal tersebut sengaja didemontrasikan oleh elit politik dan pemerintah demi kekuasaan semata. Hipotesis dari peristiwa itu diantaranya, banyak komponen mendemontrasikan sesat pikir tentang penambahan masa jabatan presiden dan atau tiga priode untuk masa jabatan presiden, padahal kebijakan tersebut tidak sesuai dengan amanat reformasi dan melangar konstitusi. Namun terus disuarakan demi mendapat legitimasi publik.

Ekonomi kita pada posisi tidak setabil (lemah), hutang membumbung tinggi namun tetap memaksakan diri untuk pindah Ibu Kota Negara. Pernyataan menteri, bahan pokok terkendali namun faktanya Sembako naik’ minyak goreng sulit detemuin di pasaran, kalaupun ada’ harganya mahal sekali. BBM naik namun gaji direksi pertamina juga naik, seakan semua pristiwa ini sesuatu yang wajar dan lazim, betapa bodohnya publik dibuat oleh sang penguasa.

Nalar sesat ini terus diproduksi secara masif bahkan ironisnya publik juga ikut memberi dukungan tentang kesesatan nalar ini. Propaganda ini bekerja secara rapi dan masif untuk memanipulasi pemikiran publik, begitu dahsatnya cara kerja propaganda tersebut sampai berakibat pada penyesatan nalar publik, sesuatu yang tidak logis namun publik masih memberi dukungan. Ini lah cara kerja propaganda yang melebihi apa yang dikatakan oleh Noman Chomsky.

Propaganda menurut Noman Chomsky adalah sebuah upaya yang disengaja sistematis untuk membentuk persepsi manipulasi alam pikir dan prilaku masyarakat sehingga respon yang didapat sesuai dengan yang diinginkan oleh aktor propaganda. Kerja-kerja propaganda memang terkesan smooth namun sesungguhnya upaya ini adalah upaya yang sangat keji dalam mematikan nalar sehat publik. Nalar kritis publik tidak lagi hidup yang ada adalah sentimen yang mendominasi dalam dirinya, sehingga apapun kebenaran yang diterimah bila tidak berkesesuaian dengan hatinya’ yang ada adalah penolakan.

Penegasian kebenaran terjadi ketika sentimen yang diaktifkan (menilai sesuatu bukan dengan rasional tapi emosional) hal ini terjadi karena upaya propaganda yang masif dan sistematis, sehingga kesalahan apapun yang terjadi pada elit penguasa tetap saja diafirmasi karena mereka diangap sebagai bagian dari dirinya. Cara berpikir seperti ini adalah sesat pikir atau cacat logika. Sesuatu yang naif namun saja dipertahankan bahkan dilestarikan. Untuk mematikan tradisi ini, kita harus hidupkan nalar kritis dan kesadaran kritis kita agar kita tidak terbelenggu kondisi yang naif dari sesat pikir ini.

Berpikir kritis, logik, dan radix harus dikampanyakan sebagai perayaan kesadaran kita untuk berpikir sehat. Hal ini harus dilakukan dalam rangka untuk memerangi Sesat pikir yang begitu masif diberbagai bidang kehidupan. Sesat pikir atau cacat logika harus segera disudahi agar anak bangsa ini selamat dari kebodohan publik yang diciptakan oleh para kaum oligarki. Agar bangsa dan negara selamat dari keterpurukan dan kebodohan, bangsa ini harus dicerdaskan dari kobodohan masal, kobodohan yang diciptakan oleh oligarki lewat propaganda media dan buzzer-buzzer yang tidak bertangung jawab.

Diskusi dan seminar ilmiah harus dihidupkan kembali untuk melawan kebodohan masal, bangsa ini tidak boleh larut dengan sentimen yang muncul diantar anak bangsa, gerakan propaganda harus disudahi dengan menumbuhkan kesadaran kritis lewat berbagai lembaga dan kajian-kajian kritis tentang fenomena sesat pikir, hasil dari propaganda para oligarki.

Selamat merayakan kesadaran kritis demi keberlanjutan akal sehat anak bangsa di negeri ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY