Maknai Hari Keanekaragaman Hayati, Jadilah Pandu HW yang Punya Kesadaran Merawat Tanaman...

Maknai Hari Keanekaragaman Hayati, Jadilah Pandu HW yang Punya Kesadaran Merawat Tanaman dan Peternakan

217 views
0
SHARE

Lamongan, Kabarone.com – Jadilah pandu Hizbul Wathan dengan kesadaran merawat dengan tidak menggunakan bahan berbahaya dalam budidaya tanaman dan peternakan. Beginilah tanggapan Ramanda M Muchsin soal peringatan Hari Keanekaragam Hayati, (22/5/2022).

Anggota Bidang PPO bagian DSD Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan ini mengatakan, “Dalam peringatan KEHATI Keanekaragaman Hayati, sebagai Muslim Khalifah di muka bumi ini sudah menjadi tugas kita untuk merawat keanekaragaman hayati dunia atau kita sebut ekosistem dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran merawat dengan tidak menggunakan bahan berbahaya dalam budidaya tanaman dan peternakan, karena ada mikroba dalam tanah dan air yang juga harus di rawat selain yang terlihat dipermukaan, bahkan ketika membuang sampahpun harus dipastikan tidak berbahaya atau zero residu.

Ia mencontohkan, seperti pada kegiatan Fieldtrip pandu Athfal, dari pangkalan MI Muhammadiyah Satu Lopang di kebun Pisang Cavendish JATAM Mencorek Lamongan. Kegiatannya tersebut mengenalkan lebih banyak keanekaragaman hayati termasuk tanaman pisang varietas cavendish.

Dalam kegiatan itu dikenalkan juga beberapa tanaman pelindung yang disebut refugia atau tanaman bunga-bungaan yang ditanam disekeliling kebun, tujuan penanaman bunga adalah sebagai habitat bagi para serangga predator, hingga secara sengaja membudidayakan lebah madu di kebun pisang cavendish tersebut.

Merawat bunga, serangga, lebah dan tanaman jenis lainnya di kebun, perlu anak-anak Athfal ketahui, bahwa dengan begitu akan terbentuk agroekosistem kebun pisang yang nantinya serangga predator akan menjaga kebun dari serangan hama yang merusak tanaman utama yaitu pisang cavendish.

Serta dikenalkan bahwa kebun pisang cavendish JATAM Mencorek Lamongan ini tidak menggunakan racun berbahaya untuk menghalau serangan hama, karena sudah ada serangga predator.

Kemudian pada sisi lain digunakan Agen Pengendali Hayati atau disingkat APH yang bahan ini berasal dari lingkungan itu sendiri dan pasti ramah lingkungan, ini terdiri dari kelompok bakteri disebut PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ada bakteri Bacillus, Rizhobium dan lainnya, serta dari kelompok fungi ada Metarhizium, Beauveria, dan sebagainya.

“Begitu beragamnya hayati yang ada di kebun semuanya dipelajari oleh para pandu HW Athfal guna mendapatkan pengalaman tentang keanekaragaman hayati. Bunga-bungaan itu ada bunga kenikir, bunga matahari, bunga kertas, dan sebagainya,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY