Tanggapan Pegiat RBAL, Septi: Hari Donor Darah Rasa Wujud Kemanusiaan dan Rasa...

Tanggapan Pegiat RBAL, Septi: Hari Donor Darah Rasa Wujud Kemanusiaan dan Rasa Kepedulian

177 views
0
SHARE

Nganjuk, Kabarone.com – Hari Donor Darah merupakan simbolis sebagai rasa wujud kemanusiaan dan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat yang membutuhkan donor darah untuk melangsungkan kehidupannya, begitu ungkapan Septi Sartika pegiat Rumah Baca Api Literasi (RBAL) asal Nganjuk pada momen Hari Donor Darah, Nganjuk (14/6/2022).

Bagi Septi, sapaan akrabnya, Hari Donor Darah merupakan hari dimana kita bisa menjadi pahlawan sebagai penyelamat untuk nyawa orang lain. Hari Donor Darah sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 Juni oleh negara di seluruh dunia ini memiliki simbolis sebagai rasa wujud kemanusiaan dan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat yang membutuhkan donor darah untuk melangsungkan kehidupannya.

Sekretaris Umum PC IMM Nganjuk ini mengatakan, Hari Donor Darah sedunia diselenggarakan untuk berterima kasih kepada para pendonor darah sukarela yang telah menyumbangkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa orang lain sekaligus meningkatkan perhatian kita kepada masyarakat terhadap pentingnya mendonorkan darah kepada orang yang membutuhkan.

“Para pegiat literasi perlu melakukan aksi nyata dalam memperingati hari donor darah sedunia, misalnya para pegiat literasi dapat melakukan kegiatan kampanye dalam rangka mengajak kepada masyarakat untuk menjadi pendonor darah di masing-masing daerah,” ujar pegiat RBAL asal Nganjuk ini.

Alumni Darul Arqam Dasar PK IMM Al Fatih UNISLA tahun 2021 ini menambahkan, pada kegiatan kampanye donor darah bisa dilakukan dengan memotivasi mereka tentang pentingnya menjadi seorang pendonor darah yang berkontribusi untuk memperbaiki atau meningkatkan kondisi kesehatan yang membutuhkan transufi darah. Melalui kegiatan kampanye tersebut, diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk termotivasi siap menyumbangkan darahnya secara sukarela dan rutin.

Bagi pegiat literasi di Hari Donor Darah ini salah satunya adalah sulitnya untuk menyadarkan kepada masyarakat tentang pentingnya mendonorkan darah untuk orang-orang yang membutuhkan. Karena diluar sana, masih ada banyak orang yang membutuhkan tranfusi darah.

“Sehingga kita yang masih diberikan kesehatan maka sepatutnya kita dapat membantu mereka saat ini dengan melakukan donor darah. Dengan adanya tantangan tersebut, dapat memotivasi kita sendiri untuk bisa membantu orang-orang yang membutuhkan darah kita dan bisa di transfer melalui unit Palang Merah Indonesia. Dengan begitu, kita bisa menyelamatkan jiwa manusia dalam keadaan normal atau darurat,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY