Justice For Joshua Nyata Dengan Pemecatan Ferdi Sambo Sesuai Sidang Kode Etik...

Justice For Joshua Nyata Dengan Pemecatan Ferdi Sambo Sesuai Sidang Kode Etik Polri, Kini Menunggu Peradilan Umum

285 views
0
SHARE

Jakarta Kabarone.com,-Dengan di pecatnya mantan Kepala Divisi Propam (Kadivpropam) Polri, sesuai sidang koe etik Undang Undang Kepolisian Republik Indonesia, maka “Justice For Joshua” telah nyata, masih ada keadilan terhadap korban pembunuhan Brigadir Joshua. Artinya hukum atas kematian pembunuhan yang direncanakan terhadap Brigadir Polisi Joshua Nofriansyah Hutabarat, secara nyata terbukti masih ada.
 
Jenderal bintang dua Ferdi Sambo dan juga istrinya Putri Candrawathi (PC), Brada E, Brigpol RR dan KM yang turut serta membantu, merencanakan pembunuhan telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berancana oleh Penyidik tim khusus, Itwasum Mabes Polri. Secara nyata bahwa penegakan hukum tahap pertama atas kematian pembunuhan Brigpol Joshua telah nyata ditunjukkan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran pejabat Polri lainnya.
 
Ferdi Sambo yang diduga sebagai aktor intelektual pembunuhan berencana yang kini masih dalam pengembangan proses penyidikan, secara sidang Kode Etik Polri yang dilaksanakan Kamis tanggal 25 hingga 26 Agustus 2022 dini hari itu telah diumumkan bahwa, Irjen Ferdi Sambo “Pemberhentian Dengan Tidak Hormat” dari kesatuan Polri yang dibacakan pimpinan sidang Kode Etik Komjen Ahmad Dhofiri didampingi anggota majelis kode etik Polri. Dipecat secara tidak hormat dari kesatuan Kepolisian Republik Indonesia (PDTH) sebelum menjalani sidang Peradilan umum di Pengadilan Negeri atas dugaan pembunuhan berencana yang dilakukannya terhadap BrigPol Joshua.
 
Atas keputusan majelis Etik Polri tersebut, terhadap Ferdi Sambo diberikan waktu banding selama tiga hari. Ferdi Sambo dalam kesempatan tersebut menyampaikan dirinya siap menanggung seluruh resiko yang akan terjadi dalam kasus tersebut dan menyatakan banding. Usai sidang kode etik, Ferdi Sambo diijinkan membacakan surat pengunduran dirinya dari institusi Polri. Sambo sendiri minta maaf yang mendalam atas dampak yang munjul atas perbuatan yang Ferdi lakukan. “Saya minta maaf atas yang saya perbuat yang berakibat terhadap senior atasan dan bawahan saya,” ungkapnya.
 
Kematian Brigadir Joshua, juga telah membuka tabir gelap yang tadinya diisukan ada di jajaran pejabat tinggi Polri. Dimana, imbas pembunuhan Joshua yang masih berumur 28 tahun tersebut telah melengserkan sejumlah Perwira Tinggi Polri, Perwira Menengaha bahkan sampai Perwira terendah Brada Polri. Sesuai keterangan Pers yang disampaikan Kapolri dan jajarannya menyampaikan ada 24 personil Polri yang sedang di masukkan ke tahanan khusus Mako Brimob, karena diduga menghalanghalangi penyidikan atas kematian almarhum Brigadir Joshua yang terjadi 8 Juli 2022 lalu di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
 
Kini mereka yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan Joshua, sedang dalam penyelidikan baik Pidananya ataupun secara Kode Etik Polri. Kata Kapolri, tidak tertutup kemungkinan akan dijadikan tersangka baru dalam kasus menghalanghalangi penyidikan, menghilangkan merusak barang bukti kasus kematian Brigadir J. Pati yang dinonaktifkan tersebut Mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi, Brigjen Hendra dan Brigjen Beni Ali dan sejumlah Perwira menengah lainnya.
 
Menyikapi penanganan perkara kematian BrigPol Joshua tersebut merupakan penanganan perkara pertama kali yang terbesar mendapat perhatian masyarakat NKRI ini, bahkan didunia. Jajaran pemerintahan Menkopolhukam Mahfud MD, bahkan Presiden H.Joko Widodo, hingga DPR RI angkat bicara agar Polri bisa segera menyelesaikan perkara yang diduga melibatkan kurang lebih 100 personil Polri, baik perbuatan secara kode etik ataupun perbuatan membantu atas perintah serta pelaku utama dan otak pembunuhan berencana agar segera disidangkan.
 
Dalam keterangannya Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, menyampaikan, bahwa berkas perkara atas nama tersangka FS, RE, RR, KM dengan ancaman hukuman Pasal 340, 338, jo Pasal 55 dan 56 KUHP, tentang pembunuhan berencana, telah diserahkan tahap pertama ke tim JPU Kejaksaan Agung RI, guna penelitian awal dan mudah mudahan berkas perkara tersebut segera akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Kapolri, minta waktu akan menyelesaikan penyelidikan penyidikan serta sidang kode etik atas perkara kematian Brigadir Josua selama satu bulan kedepan, kata L Sigit P dalam rapat kerja DPR RI, 25-26/8/2022.

Tim Redaksa Kabarone.com menyampaikan, Sebagaimana tertulis dalam Alkitab Wahyu 21 Ayat 4, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi, tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu”, semoga bermanfaat dan yang Maha Kuasa memberikan ketabahan.

Penulis : P.Sianturi        

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY