Gelapkan Barang Garmen  Fasilitas Ekspor JPU Tuntut 5 Tahun Penjara Denda Rp...

Gelapkan Barang Garmen  Fasilitas Ekspor JPU Tuntut 5 Tahun Penjara Denda Rp 1,2 M

135 views
0
SHARE

Jakarta ,Kabarone.com,-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Theodora Marpaung dan Melani dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut), menuntut pelaku perkara Kepabeanan terdakwa Hafiz selama 5 Tahun Penjara dan terdakwa Dadang selama 3 tahun dan 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Bukan hanya hukuman badan yang dibebankan kepada terdakwa, keduanya dikenakan denda masing masing Rp.1,2 miliar rupiah, 5/10/2022.

Tuntutan yang dibacakan JPU di hadapan majelis hakim yang dipimpin Togi Pardede itu, sebagai pertanggungjawaban hukum atas perbuatan terdakwa yang dijerat dengan Undang Undang Kepabeanan. Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar hukum, karena tanpa hak dan ijin dari yang berwajib diduga membongkar dan atau menggelapkan barang garmen yang seharusnya diekspor ke luar negeri negara Philipina.

Namun barang garmen yang dikirim dari gudang fasilitas Bea dan Cukai atau pabrik kawasan berikat Subang Jawa Barat itu, tidak jadi dikirim ke luar negeri akan tetapi ditengarai digelapkan terdakwa sebelum kontainer masuk kawasan pelabuhan terminal peti kemas Koja, Tanjung Priok Jakarta Utara. Kontainer berukuran 20″ berisi garmen fasilitas ekspor tersebut, dibongkar di pinggir Jalan Tol, lalu oleh kedua terdakwa menyewa mobil angkutan barang, untuk mengangkut garmen tersebut ke gudang penampungan di wilayah Cimanggis Depok.

“Kedua terdakwa diduga melakukan pembongkaran peti kemas kontainer berisi garmen yang telah disegel Bea dan Cukai dari tempat asal barang. Seharusnya kontainer dibawa ke TPS Pelabuhan Tanjung Priok untuk di proses Kepabeanan ekspor, namun dibawa ke jalan Patin lalu dibongkar dan isi kontainer tersebut diangkut atas suruhan ke dua terdakwa ke wilayah Cimanggis Depok. Perbuatan tersebut negara telah dirugikan ratusan juta rupiah dari pajak ekspor,” ucap JPU dalam tuntutannya.

Kata JPU, berdasarkan keterangan para saksi saksi seperti keterangan para petugas Bea dan Cukai kawasan Berikat Subang, saksi Hadi, Suryanto, dan saksi Saiful dan Wawan, yang melakukan penyegelan terhadap kontainer itu, dalam persidangan mengatakan, kedua terdakwa lah yang bertanggung jawab atas dugaan pembongkaran kontainer dan penggelapan isinya berupa garmen. Oleh karena itu, JPU meminta kepada majelis hakim supaya kedua terdakwa patutlah dipersalahkan dan dihukum sesuai perbuatannya, ucap JPU.

Menyikapi tuntutan tersebut majelis hakim pimpinan Togi Pardede, memberikan kesempatan terhadap terdakwa atau penasihat hukumnya untuk mengajukan nota Pembelaan (Pledoi).  

Terdakwa didampingi penasehat hukumnya Advokat Syafri Noor dan Rekan.

Penulis : P.Sianturi 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY