|Selasa, September 26, 2017
Home » Ekonomi » Inflasi Juni 0,54 Persen, Kepala BPS Sebut Pengendalian Harga Cukup Berhasil

Inflasi Juni 0,54 Persen, Kepala BPS Sebut Pengendalian Harga Cukup Berhasil 

inflasi-grafis
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, menyampaikan bahwa pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,54 persen,dengan demikian tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2015) sebesar 0,96 persen, sementara inflasi tahun ke tahun (Year on Year) sebesar 7,26 persen.

Jika dibandingkan 4 tahun sebelumnya (diluar 2014), menurut Suryamin, inflasi Juni merupakan yang terendah. Jika melihat kondisi bulan Juni di tahun 2010-2013, pada saat itu belum memasuki bulan Ramadhan. “Ini menggambarkan pengendalian harga sudah cukup berhasil,” ujar Suryamin.

Dari 82 Kota IHK, BPS mencatat 76 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong (1,9 persen) dan terendah di Palu (0,03 persen). Sementara itu, untuk deflasi, tertinggi terjadi di Tual (0,8 persen).  “Hal ini disebabkan oleh produk Ikan yang cukup tinggi, sehingga supply ke pasar dalam negeri menjadi lebih tinggi, dan harga menjadi lebih rendah,” jelas Suryamin.

Menurut BPS, inflasi Mei 2015 terutama disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok Bahan Makanan (1,6 persen), dengan andil terhadap pembentukan inflasi sebesar 0,33 persen, atau sekitar 61 persen sharenya dalam pembentukan inflasi Juni 2015.

Suryamin menilai, tingginya inflasi pada kelompok bahan makanan, yang membuat inflasi Juni menjadi 0,54, merupakan hal yang wajar, mengingat harga sejumlah bahan pokok yang selalu meningkat saat memasuki bulan Puasa. “Namun jika dilihat nilainya yang 0,54, hal ini (tingkat harga bulan Juni) cukup terkendali,” jelas Suryamin.

Sementara dilihat dari kelompok komponen, inflasi paling tinggi berasal dari komponen harga yang bergejolak (volatile food) sebesar 1,74 persen, jauh diatas inflasi komponen inti dan harga yang diatur pemerintah (administered price), masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,26 persen.

Secara keseluruhan, nilai inflasi selama bulan Juni, yang mana terdapat bulan puasa didalamnya, tergolong rendah. Hal ini menunjukkan persiapan yang telah dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengantisipasi lonjakan harga akibat adanya bulan puasa sudah cukup baik.

 

Berikut ini adalah komoditas pendukung dan penghambat inflasi Juni 2015:

 

Pendukung Inflasi:

1.       Daging ayam ras, andil terhadap pembentukan inflasi Juni sebesar 0,06 persen,  dengan perubahan harga rata-rata di seluruh Kota IHK terhadap bulan Mei 2015 sebesar 4,72 persen. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa dan lebaran.

2.       Cabe Merah, andil 0,06 persen, perubahan kenaikan harga sebesar 10,59 persen, disebabkan berkurangnya pasokan di sentra produksi.

3.       Telur ayam ras, andil 0,05 persen, perubahan kenaikan harga sebesar 6,74 persen, disebabkan oleh meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa dan lebaran, serta akibat menurunnya pasokan.

4.       Bensin, andil 0,03 persen, perubahan kenaikan harga sebesar 0,68 persen, akibat naiknya harga Pertamax.

5.       Beras, andil 0,02 persen, perubahan kenaikan harga sebesar 0,62 persen.

 

Penghambat Inflasi (yang mengalami deflasi):

1.       Tomat sayur, andil -0,01 persen, perubahan penurunan harga sebesar 4,69 persen, akibat meningkatnya pasokan di sentra produksi karena adanya panen yang cukup tinggi.

2.       Tarif angkutan udara, andil -0,01, perubahan penurunan harga sebesar 2,22 persen, akibat menurunnya permintaan jasa angkutan udara menjelang bulan puasa. (Hm/Rd)

Bagikan

Tambah Komentar