|Jumat, Oktober 20, 2017
Home » Ekonomi » Kasus Penistaan Agama, Presiden Jokowi Diminta Tegas

Kasus Penistaan Agama, Presiden Jokowi Diminta Tegas 

KSPI-538x540-538x540
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mulai membawa dampak negatif bagi para pengusaha. Berlarutnya proses hukum yang terus mengundang tanda tanya ikut menambah keresahan. Begitu juga sikap pemerintah yang berkesan tidak tegas melengkapi kebingungan masyarakat. Karena itu Ketua Pengusaha Indonesia Muda (PIM) Sam Aliano minta Presiden Jokowi tegas. Demikian dikatanya saat menggelar konferensi pers di Bascamp Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Jakarta (14/11).

Menurutnya Presiden Jokowi harus bertindak tegas. Mengambil sikap untuk menenangkan situasi. Sebab dengan kasus penistaan agama oleh Ahok semua jadi tersandera. Pengusaha seperti dirinya ikut merasakan dampak negatifnya. Ia merasakan situasi pasar yang tidak stabil. Kekhawatiran yang tinggi akan stabilitas usaha menjadi diragukan. Hal ini jelas mengganggu perekonomian bangsa.

Lanjut Ali, ia dengan anggotanya di PIM telah banyak berinvestasi di beberapa bidang. Stabilitas ekonomi yang semula berjalan baik menjadi goyang. Menimbulkan kecemasan dan keresahan yang berlebihan. Karena itu ia berharap Presiden Jokowi harus tegas. “Presiden harus tegas dan cepat mengendalikan situasi perekonomian masyarakat,” kata Ali.

Ia berpendapat agar Presiden tidak tersandera dengan kasus Ahok. Yang sifatnya personal dan cepat bisa diselesaikan. Namun karena tidak ada ketegasan kasus ini menjadi meluas. Dan menyulut kemarahan rakyat. “jangan sampai hanya karena satu orang yang bernama Ahok seluruh rakyat gaduh dan membawa dampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.  (Zamroni)

 

Bagikan

Tambah Komentar