|Jumat, Oktober 20, 2017
Home » Ekonomi » Perekonomian Kaltara Didominasi UMK

Perekonomian Kaltara Didominasi UMK 

UMK-di-Kaltara
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Usaha perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-motor mendominasi lapangan usaha di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dengan jumlah usaha atau perusahaan sebanyak 25.760 unit atau mencapai 47,27 persen dari seluruh usaha atau perusahaan di Kaltara.

Data ini berdasarkan hasil pendaftaran Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang digelar sejak Mei hingga Juni 2016. Selain usaha eceran, disusul kemudian lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum sebesar 17,54 persen, lapangan usaha industri 7,82 persen, dan selebihnya 27,36 persen merupakan lapangan usaha non pertanian lainnya.

“Ada dua agenda prioritas nasional (Nawacita) yang berupaya dicapai oleh Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kaltara, yakni peningkatan daya saing di pasar internasional dan peningkatan produktivitas rakyat. Agenda lainnya, yakni pemantapan posisi Indonesia dalam era integrasi ekonomi dengan mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia dalam menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, belum lama ini.

Data dan informasi yang menyeluruh dan akurat, menurut Gubernur mampu menggambarkan posisi dan potensi perekonomian nasional maupun daerah. Dari itu, Gubernur berharap SE 2016 mampu mendapat potret utuh perekonomian Indonesia, khususnya Kaltara. “Kedua agenda Nawacita itu diterjemaahkan dalam visi-misi Provinsi Kaltara. Dalam misinya, dijabarkan peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing serta kemandirian ekonomi diwujudkan melalui berbagai upaya oleh Pemprov Kaltara,” jelas Irianto.

Salah satu upaya dimaksud, yakni peningkatan daya saing ekonomi rakyat yang berbasis agroindustri, pariwisata dan pertambangan yang berkelanjutan. Selain itu, Pemprov juga melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai program pendidikan. “Peningkatan daya saing Kaltara juga dilakukan dengan membangun infrastruktur fisik dan ekonomi yang berkualitas,” urai Irianto.

Dari SE 2016, berdasarkan skala usaha, jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) terbanyak di Kaltara terdapat pada lapangan usaha perdagangan besar-eceran; reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor. Lalu, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum dan lapangan usaha industri pengolahan. Sementara jumlah Usaha Menengah Besar (UMB) terbanyak, yakni pada lapangan usaha perdagangan besar-eceran; reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, lapangan usaha konstruksi, dan lapangan usaha aktivitas keuangan dan asuransi. “Jika menilik data per provinsi di Kalimantan, maka proporsi usaha atau perusahaan di Kaltara hanya 3,95 persen. Ini menjadi yang terkecil dibandingkan provinsi lain di Kalimantan,” ungkap Irianto.

Kondisi diatas, menurut Gubernur menjadi tantangan untuk diatasi dengan peningkatan peranan UMK dan UMB. Mengingat peran UMK di Kaltara cukup kuat dan signifikan.(hms)

Bagikan

Tambah Komentar