|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Ekonomi » Tumbuh 21% di Tahun 2016, PT. Sompo Insurance Indonesia Optimis Capai Target Premi Bruto 2017 Rp. 2 Triliun

Tumbuh 21% di Tahun 2016, PT. Sompo Insurance Indonesia Optimis Capai Target Premi Bruto 2017 Rp. 2 Triliun 

IMG_20170316_104626
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Ditengah tantangan pasar industri asuransi yang sulit dan juga perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak membuat PT. Sompo Insurance Indonesia (Sompo) pesimis. Hal itu dibuktikan dengan pencapaian target pada 2016 yang sejalan dengan target perusahaan.

Pada Tahun 2016 Sompo berhasil meraih premi bruto Rp. 1,4 triliun, yakni tumbuh 21% dibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar Rp. 1,15 triliun. Hal ini menumbuhkan optimisme bahwa Sompo akan mampu mencapai target tahun 2017 yakni sebesar Rp. 2 triliun, sehingga semakin memperkuat posisinya di industri asuransi.

Presiden Direktur PT Sompo Daniel Neo mengungkapkan, capaian tersebut berkat upaya seluruh karyawan PT Sompo yang telah bekerja keras untuk terus bersama-sama membesarkan Sompo. Selain itu, komitmen Sompo dalam melayani pelanggan juga menjadi kunci keberhasilan Sompo.

“Sistem kerja yang diterapkan di Sompo mampu menumbuhkan semangat dan optimisme setiap karyawan sehingga Sompo mampu mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan,” ungkap Daniel di Jakarta, Kamis (16/03).

Sementara Wakil Direktur PT Sompo Tatsuya Kuroki menjelaskan, pertumbuhan bisnis produk kesehatan, engineering dan kendaraan bermotor yang berkembang dengan baik menjadi penopang penyediaan solusi bisnis yang baik bagi mitra Sompo.

“Sompo sedang mengalami restrukturisasi yang signifikan dalam mempersiapkan diri agar masuk dalam jajaran 10 besar perusahaan asuransi terbaik di Indonesia. Semua tantangan ini harus kami hadapi untuk bisa mencapai target premi bruto Rp. 2 triliun di tahun 2017,” jelasnya.

Direktur PT Sompo Ismoyo Sudandrio menambahkan, bahwa untuk bisa mencapai target tersebut, PT Sompo pada tahun 2017 akan membuka 5 kantor cabang baru diantaranya di Batam, Cirebon, Jogjakarta, Manado, dan Banjarmasin. Hal ini dimaksudkan untuk dapat lebih dekat dengan pelanggan sehingga setiap kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi dengan cepat. (DN)

Bagikan

Tambah Komentar